Pandai Menjual: Beberapa Hal Ini Membuatmu Bisa Mempengaruhi Banyak Orang

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 07 Juni 2017
Pandai Menjual: Beberapa Hal Ini Membuatmu Bisa Mempengaruhi Banyak Orang

Orang yang pintar mempengaruhi orang lain biasanya adalah orang yang persuasif. Dia cocok betul kalau disuruh jualan, walaupun terkadang fakta, logika, dan penalarannya saja tidak cukup untuk membuat seseorang “membeli” dagangannya. Hampir setiap orang sukses, menurut Jeff Haden, sangat pandai membujuk orang lain. Bukan untuk memanipulasi atau menekan, tapi ia mampu untuk meyakinkan orang lain dengan menggambarkan logika dan manfaat sebuah gagasan untuk mencapai kesepakatan bersama.

Walaupun tak pernah ada ide yang sempurna, ketika kita terbuka dengan orang lain tentang baik dan buruknya sebuah ide yang kita tawarkan, orang lain akan memahami banyak sisi dari ide tersebut. Jadi persuasif dengan cara yang asyik serta autentik bisa sangat meyakinkan orang lain bahwa ide yang kita usung adalah ide penting dan bisa menguntungkan banyak orang. Saat orang lain dapat membuat kesimpulan positif dengan membayangkan seperti yang kita bayangkan, diawali dari pemaparan pandangan-pandangan positif kita, akhirnya ide tersebut bisa membuat mereka setuju untuk berpikir bahwa mereka akan menjadi lebih baik karena gagasan yang mereka terima, sob.

Yakin. Berani. Jika kita berpikir ada yang akan berhasil, katakan sejujurnya bahwa itu akan berhasil. Berdirilah dengan teguh dengan keyakinan yang logis di belakang pendapat kita sendiri. Biarkan antusiasme kita muncul, gengs. Orang lain yang melihat kita akan lebih mudah terpengaruh aura positif kita, lho. Namun, tetap sesuaikan pembicaraan dengan orang yang ingin kita ajak bicara, ya, sob. Menurut Jeff Haden, jika audience kita cenderung tidak setuju, bicaralah dengan lebih cepat. Sebaliknya, jika audience kita cenderung setuju, bicaralah dengan lebih lambat. Hal itu bisa membuat mereka membentuk pemikiran mereka sendiri dalam jangka waktu tersebut, dan memberi kita kesempatan yang lebih baik untuk membujuk mereka.

Sebelum bisa meyakinkan orang lain, pastikan dulu diri kita benar-benar memiliki gagasan atau informasi valid dan bisa mengemasnya menjadi sesuatu yang baru. Bisa dengan cara memperjelas gagasan yang ada, meringkasnya menjadi to-the-point, dan solid. Kalau tidak begitu, bisa bahaya banget. Banyak orang sebetulnya memiliki inti dari gagasan yang sama saja, biasa. Tapi, perbedaan yang fresh hampir selalu dicari oleh audience kita, kan? Pastikan dulu apa yang menjadi kebutuhan audience agar jurus jitu yang sudah dipersiapkan tepat sasaran, ya!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

 

  • view 89