Mau Aman, Nyaman, dan Banyak Teman? Hindari 5 Perilaku Bully Ini!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 06 Juni 2017
Mau Aman, Nyaman, dan Banyak Teman? Hindari 5 Perilaku Bully Ini!

Pembully, atau perundung, selalu ada dimana pun kita berada, entah itu di sekolah, tempat kerja, bahkan tempat bermain. Biasanya, pelaku bully membuat orang lain terasing dalam pergaulan, senang menggertak orang lain, membuat julukan ejekan atau menyebar gosip, mempermalukan orang lain dengan cara mengerjainya, memeras harta korban, hingga melukai secara fisik. Parah banget kan? Berikut adalah lima daftar perilaku bully, menurut Health Data Corner, yang perlu kita hindari, sob.

Kendali

Pelaku pembully merasa perlu mengendalikan orang lain sebagai akibat dari perasaan tidak aman yang mereka rasakan sendiri. Umumnya, mereka tidak dapat memperbaiki harga dirinya sendiri sehingga mereka menjadi berfokus kepada orang lain. Pembully cenderung berusaha untuk mengendalikan setiap situasi, orang lain, dan menemukan kepuasan ketika ia berada dalam kekuasaan.

Korban impuls negatif

Orang-orang dengan keinginan untuk membully tidak bisa mengendalikan emosinya. Saat mengalami beberapa emosi negatif, mereka tidak peduli dengan konsekuensi tindakan atau kata-kata mereka. Sehingga, dalam situasi seperti itu, mereka dapat dengan mudah menyakiti perasaan orang lain yang biasanya dipicu oleh ketakutan mereka sendiri.

Tidak empati

Kurangnya empati yang mereka miliki biasanya disebabkan oleh perasaan kesusahan atau kesakitan yang terlalu sering mereka alami, sehingga menimbulkan kelelahan emosional. Dalam beberapa kasus, orang-orang pembully dapat menghalangi rasa sakit, karena terlalu tidak nyaman bagi mereka, dengan menjauhkan diri dari orang lain. Kemudian, mereka mulai memberi stereotip atau memberi label, alih-alih menganggap orang lain sebagai individu.

Tidak memiliki akuntabilitas

Pembully bertindak sebagai korban dalam setiap situasi dan tidak bertanggung jawab atas tindakan dan kata-kata mereka. Ia selalu memiliki seseorang untuk disalahkan atas perbuatannya. Jika ia menyakiti seseorang dalam situasi seperti itu, ia merasa itu sama sekali bukan kesalahannya. Pembully biasanya tak tahu cara menemukan reaksi yang tepat ketika dihadapkan pada situasi negatif.

Intoleran

Seorang pembully membagi lingkungan sekitarnya menjadi dua kriteria yaitu "orang yang menyukainya" dan "orang yang tidak". Kelompok kedua selalu dikritik dan dianiaya karena perbedaan prasangka. Walaupun ini adalah pemikiran merugikan yang sangat umum untuk ditemukan di banyak bidang kehidupan, mulai dari kehidupan sosial dan ras hingga agama, pembully perlu diajarkan untukmengatasi perasaan negatif ini dengan membiarkan orang lain memiliki sudut pandang mereka sendiri, tidak peduli bagaimana pun berbedanya. Sehingga, serangan dari pembully atau keinginan untuk membully bisa lebih berkurang karena ada pemahaman yang cukup.

 

 

*Sumber: Health Data Corner.

  • view 57