Kalau Ada Masalah, Jangan ‘Kubur Kepalamu Dalam Pasir Bak Burung Unta’. Hadapi!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 Juni 2017
Kalau Ada Masalah, Jangan ‘Kubur Kepalamu Dalam Pasir Bak Burung Unta’. Hadapi!

Pernahkah kita mempunyai suatu tujuan tapi kita takut untuk melihat sudah sejauh mana tujuan kita tercapai? Misalnya, ada pekan ujian bulan depan, kita belajar tapi tidak melakukan tes untuk melihat kemampuan kita pada pelajaran yang akan di ujikan pada ujian tersebut. Atau, kita sedang membuat tugas akhir dan memiliki target. Tetapi tidak melakukan check list per hari atau per minggu tentang apa saja yang sudah atau akan dilakukan karena takut dengan serangan pertanyaan dari supervisors tugas akhir kita, hoho. Kalau pernah terjadi, saat itu sebetulnya kita sedang terkena ostrich effect, lho.

Ostrich effect, atau efek burung unta, menurut bahasa psikologi merupakan kondisi seseorang saat ia menghindari informasi yang dibutuhkan untuk membantu memonitor progress target pada hidupnya. Entah target seperti yang telah disebutkan maupun target penurunan berat badan, yang juga tidak di cek dan re-check apakah ada kemajuan. Keanehan ostrich effect yang terjadi pada manusia dianalogikan terjadi seperti mitos bahwa burung unta menyembunyikan kepalanya ke dalam pasir ketika ia sedang ketakutan. Padahal nggak, sob, burung unta menyembunyikan kepalanya ketika mengecek kondisi telur-telurnya yang ia tanam di dalam pasir tersebut.

Kita bisa menghindari masalah yang sedang kita hadapi ketika melakukan ostrich effect dalam hidup kita. Tapi, hal itu sifatnya sementara, sob. Tak peduli berapa lama kita mengabaikannya, kesulitan tersebut akan selalu menemukan kita. Godaan untuk menghindar, yang bisa sangat besar, terjadi karena sebetulnya kita melindungi harga diri kita dan ingin melepaskan diri dari perasaan negatif yang menyelimuti pikiran. Hanya saja, kita menunda hal yang tak mungkin terelakkan. Bahkan, menurut Thomas L. Webb, ketika dengan teratur kita memantau posisi kita dalam hal mencapai tujuan bisa menjadi cara terbaik untuk mendekati pencapaian tujuan tersebut, lho.

Memang kita cenderung untuk menghindari hal buruk dengan menikmati apa saja yang menyenangkan. Hampir semua orang benci dengan kabar buruk. Meski begitu, kabar buruk harus kita hadapi agar hidup kita seimbang, ada hitam dan ada putih, secara otomatis pun ada baik dan ada buruk, sob. Coba deh kita rutinkan menghadapi ketakutan kita untuk mengecek tujuan kita tersebut. Misalnya, setiap pagi atau setiap malam mengeceknya, seberapa berhasil kita hari ini dengan target-target kita karena tak ada yang lebih menyenangkan ketika tujuan kita tercapai. Setelah terbiasa pun kita jadi tak takut lagi, bahkan menganggap ketakutan itu bukan masalah besar, gengs. Take it easy!

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 35