Menjadi Pemimpin yang Baik: Cukup Berkarismakah Diri Kita untuk Memimpin?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 06 Juni 2017
Menjadi Pemimpin yang Baik: Cukup Berkarismakah Diri Kita untuk Memimpin?

Seorang terpilih menjadi pemimpin dalam suatu kelompok tidak secara tiba-tiba. Ada berbagai macam komponen dari pemimpin tersebut yang membuat orang lain percaya untuk masuk ke dalam inner cirlce karena ingin mengenal dekat dirinya. Energi positif tersebut terpancar dari dalam diri pemimpin itu sehingga ia memiliki daya tarik atau aura yang dapat dipelajari oleh seseorang serta ditumbuhkan ke dalam dirinya sendiri untuk menciptakan energi tersebut dan dapat dirasakan oleh orang lain.

Ada beberapa ciri pemimpin berkarisma yang sangat disenangi oleh banyak orang. Seseorang dengan karakter kuat, dan tercermin dalam prinsip hidupnya yang tak goyah karena terpaan masalah-masalah, misalnya, akan cepat menyikapi kondisi di hadapannya sebelum orang lain bertindak menyelesaikannya. Ia selalu responsif untuk berdiri di baris depan dalam kelompok-kelompok dimana ia berada dan memiliki semangat yang tak pernah padam tanpa melihat beban di hidupnya adalah beban berat yang tak sanggup untuk ia jalani.

Walaupun karisma pemimpin tersebut sangat diperlukan bagi banyak masyarakat di dunia, ada tampilan karisma dari pemimpin yang menjadi sumber masalah, lho, sob. Dalam Journal of Personality and Social Psychology, menurut Rick Nauert dan Jasmine Vergauwe, karisma atau daya tarik yang berlebihan dari aspek keberanian, mischievous, semangat, dan daya imajinasi dapat menghambat efektivitas memimpin seorang pemimpin. Namun, pada titik tertentu beberapa aspek karisma pemimpin tersebut bisa maksimal.

Hubungan antara karisma dan efektivitas tersebut bisa berubah karena tingkat penyesuaian diri seseorang, atau kemampuan untuk mengatasi kondisi stres yang ada di lingkungannya. Hal tersebut dikarenakan hampir setiap kelompok membutuhkan pemimpin yang membimbing kelompoknya untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang cukup singkat dengan mengelola detail pelaksanaan taktis, fokus pada sumber daya, dan mengelola proses yang sedang dijalani, kan, sob.

Disiplin yang ada pada diri pemimpin, dalam pelaksanaannya dengan cara melibatkan orang lain dalam pengomunikasian visi secara efektif serta meyakinkan orang lain untuk berbagi visi tersebut, bisa menambah nilai karisma yang dirasakan oleh orang lain pada diri pemimpin tersebut. Namun, karisma yang berlebihan pada seorang pemimpin bisa menjatuhkan dirinya juga, lho. Menurut Jasmine Vergauwe, alasan interpersonal, seperti arogansi dan keterpusatan diri, serta perilaku seorang pemimpin terkait bisnis berpengaruh pada tingkat efektivitas pemimpin. Jadi, karisma secukupnya sesuai dengan situasi dan kebutuhan kelompok penting ya, gengs.

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 51