Kekuatan Kehendak: Apakah Ada Batasnya?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 02 Juni 2017
Kekuatan Kehendak: Apakah Ada Batasnya?

Kekuatan seseorang bisa ditingkatkan, kemampuan seseorang bisa diperbaiki, tapi, keinginan seseorang mungkin bisa berhenti. Will power, atau kekuatan dari kehendak, seseorang bisa naik dan turun. Ada satu quote yang menjelaskan bahwa seberapa sulit pun sesuatu, jika kita mengusahakannya, bersungguh-sungguh untuk tetap ingin mendapatkan yang kita butuhkan, segala sesuatu itu akan tercapai. Modal keinginan yang kuat bisa dengan mudah mengakali tantangan-tantangan yang sok berani menghadang kita, sob.

Setelah seringkali dicekoki nasihat bijaksana tersebut, kok usaha kita tetap saja tak tercapai. Apa yang kita lakukan salah? Apakah ketergantungan kita pada kemauan kuat mengapa kita terus gagal? Jika kita kembali mengingat konsep tentang kehendak tersebut, kehendak adalah kemampuan untuk melawan godaan jangka pendek untuk memenuhi tujuan jangka panjang. Usaha konvensional tentang kehendak ini pun bisa muncul dengan lemah pada diri kita. Ada kemungkinan kalau diri kita sebenarnya sulit untuk bisa menerima kemauan keras tersebut, lho.

Menurut Kathleen Martin Ginis, associate professor kinesiology di McMaster University, jika kita bertekad untuk satu tugas, tekad ini mengorbankan tekad kita untuk tugas lain yang berbeda. Misalnya, tugas kognitif atau tugas emosional, seperti mengatur emosi kita, dapat menghabiskan kapasitas pengaturan diri kita untuk melakukan satu tugas tertentu. Hal itu menyebabkan kekuatan kehendak seringkali menjadi tidak membantu kita mencapai banyak tujuan.

Tujuan tersebut, yang dipicu oleh tekad, memunculkan tekanan konstan untuk terus bergerak membuat kita kehabisan energi. Kelelahan yang dihasilkan tidak hanya pada tubuh kita, lho, tapi juga pada otak kita. Saat otak kita kewalahan menghadapi kelelahan dan tekanan-tekanan yang ada, kekuatan kehendak kita akan habis. Habisnya kekuatan kehendak tersebut tidak benar-benar habis, hanya membutuhkan istirahat. Keinginan berbentuk kehendak bulat kita yang sempat terhenti masih bisa dilanjutkan, sob. Jangan berhenti berkehendak dengan sungguh-sungguh, ya, istirahat sebentar dan mulai berlari lagi.

 

 

*Dikutip dari The Medium.

  • view 134