Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Psikologi 2 Juni 2017   06:49 WIB
Eh, Tadi, Siapa Namamu? Aduh! Lupa Lagi. Kenapa Begitu Ya?

Pernah berkenalan dengan seseorang, tahu siapa dia, mengobrol bersama, tapi tak lama kemudian, lupa siapa namanya? Hal itu mungkin sering terjadi pada kita. Waduh! Rasanya malu sekali, terlihat nggak menghargai, pelupa, bahkan meremehkan orang yang kita kenal itu. Walaupun antara kenal dengan seseorang dan ‘hanya tahu’ atau baru saja kenal dengan seseorang itu berbeda, mengingat nama bisa menjadi satu penghargaan kecil bagi diri kita untuk orang lain. Mengingat nama seseorang bisa membuat ia merasa dianggap ada, memperluas jaringan dengan mengenal banyak orang, hingga memiliki penghasilan baru yang akan memperbaiki hidup kita.

Gangguan “pelupa” yang kita alami tersebut memang umum terjadi di masyarakat. Hal itu terjadi karena ada bagian dari otakyang berfungsi untuk menyimpan kenangan seringkali membuat kita tidak mudah menghafal informasi yang tidak memiliki asosiasi dengan kita, seperti lupa nama seseorang yang baru dikenal. Kompleksitas otak manusia yang luar biasa, menurut Darren Weaver, ternyata memang tidak berevolusi untuk mengingat nama orang. Tapi, kita bisa meminimalisasi kekurangan kita juga 'menambal' kekurangan tersebut. 

Umumnya, ada beberapa alasan mengapa kita sering mengalami gangguan lupa-lupa-ingat itu. Ketika kita kurang istirahat, cemas, stres, depresi, kondisi sulit mengingat nama bisa semakin menjadi bencana. Saat sedang sakit demam tinggi, gangguan tiroid yang underactive, kurang vitamin atau nutrisi tertentu, dehidrasi, konsumsi alkohol, hingga penggunaan obat-obatan tertentu, seperti anti-depresan, penurun tekanan darah, dan tranquilizers, pun bisa membuat kita menjadi sering lupa. Kalau memang kita dalam kondisi pengobatan, tak perlu terlalu dipermasalahkan karena kita sudah tahu alasannya.

Setelah kita mengetahui apa saja risiko penyebab kita terkena gangguan lupa, tentu kita bisa mencegah sedikit-sedikit sebelum gangguan lupa kita menyerang. Ada penerimaan kita bahwa diri ini memang memang sudah pelupa, atau sedang pelupa, pasrah dengan hal itu, sangat bahaya, lho. Penanaman pikiran buruk hanya akan membuat hal itu benar terjadi karena sudah tertanam di memori otak kita. Ayo mulai amati lingkungan sekitar kita dengan jelas untuk mengasosiasikan nama seseorang tersebut dengan kondisi kita. Hal itu bisa menjadi salah satu solusi mengingat nama juga, sob!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship