Balas Dendam Kan Buruk, Benarkah Ada Sisi Positifnya?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 31 Mei 2017
Balas Dendam Kan Buruk, Benarkah Ada Sisi Positifnya?

Sewaktu kita kecil, orang tua kita mengajarkan anak-anaknya untuk selalu berbuat baik. Terima semua perlakuan dari orang lain dengan hati dan pikiran yang lapang. Termasuk ketika ada orang yang berbuat jahad, eh, jahat. Haram rasanya untuk balas dendam kepada orang tersebut, biar Tuhan yang membalaskan kejahatan mereka. Dengan begitu diharapkan kondisi masyarakat tetap tenang dan damai, tertib, tanpa riuh karena porak poranda kejahatan yang terjadi. 

Di masyarakat luas, balas dendam dan ketertiban juga seringkali menjadi dua gagasan yang tidak berjalan bersamaan. Ada film-film yang diangkat dari kisah nyata dimana kisah balas dendam tokohnya menciptakan situasi seperti benang kusut, berantakan dan merugikan. Namun, menurut peneliti perilaku Dan Ariely, balas dendam memiliki sisi baik yang tak terduga, membantu menciptakan masyarakat yang lebih percaya satu sama lain, dan mengurangi kacau yang diakibatkan oleh perbuatan jahatnya seseorang.

Hal itu bisa terjadi karena, menurut Ariely, setiap orang adalah polisi bagi orang lain yang bisa membuat masing-masing individu berperilaku baik. Jika seseorang tidak “menahan” orang yang mengkhianati mereka, si penjahat akan bebas dari hukuman. Tapi umumnya manusia tidak rasional karena bisa mengorbankan kenyamanan dan uang mereka hanya untuk menyaksikan penjahat tersebut menderita. Tentunya, tebaran ketakutan tersebut dapat menjadi pencegah yang kuat agar penjahat berpikir dua kali untuk melakukan kejahatan. 

Konsep dari balas dendam adalah ketika ada seseorang yang berperilaku tidak baik, pihak lain akan melakukan sesuatu yang mengerikan pada orang tersebut, jauh lebih besar daripada apa yang dilakukan terhadap mereka. Kepercayaan pada masyarakat untuk terus berbuat baik maupun untuk membalaskan dendam dapat dikatakan sebagai dua sisi mata uang yang sama. Walaupun ketika ada balas dendam akan terjadi siklus yang terus berputar-putar tak pernah selesai, selama balas dendam masih sebuah kemungkinan untuk terjadi dan bisa ditahan, ketertiban bermasyarakat cenderung lebih sering terjaga, sob. 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber. 

  • view 83