Karakter Pemimpin Bawaan Lahir, Punyakah Kita?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 26 Mei 2017
Karakter Pemimpin Bawaan Lahir, Punyakah Kita?

Kita semua dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Minimal banget bisa lah untuk jadi pemimpin diri kita sendiri. Belajar untuk menjadi pemimpin nggak selalu sulit karena menjadi pemimpin bisa dilatih atau memang sudah memiliki genetika karakter pemimpin (natural born). Latihan untuk menjadi seorang pemimpin itu gampang, lho, jika memang dilatih sehari-hari sebagaimana seorang pemimpin yang pantas untuk dicontoh cara ia berpikir, bersikap, dan berperilaku. 

Mudahnya, seorang pemimpin besar tidak hanya bisa memberikan jawaban atas berbagai permasalahan atau pertanyaan-pertanyaan yang butuh ia jawab. Ia pun juga mengajukan banyak pertanyaan tentang bagaimana semua yang ada di hadapannya bisa terjadi. Terkesan beraaaat banget untuk menjadi pemimpin, yah. Padahal tidak juga, sob, kalau bisa dipersiapkan dan membuat diri kita siap. 

Seorang pemimpin biasanya selalu senang untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya yang belum ia ketahui. Terutama ketika ia memiliki subordinat atau orang yang ia pekerjakan, bertanya kepada kelompok atau unit kerja tersebut juga membuat seluruh anggota unit itu merasa lebih terlibat ketika seorang pemimpin memberikan kesempatan untuk mendengarkan anggotanya. 

Hampir seluruh pemimpin yang ada di dunia menginginkan efektivitas dan efisiensi. Menurut Gordon Tredgold, pertanyaan tentang adakah cara sederhana untuk menyelesaikan suatu pekerjaan seringkali dilakukan oleh seorang pemimpin dengan pola pikir efisien. Hal itu dikarenakan banyak orang memiliki kecenderungan untuk mempersulit keadaan, terutama saat muncul tekanan-tekanan. 

Memang biasanya solusi kompleks lebih mudah ditemukan dan solusi yang lebih sederhana dalam melakukan sesuatu memakan waktu sedikit lebih lama. Sehingga, yang sebetulnya dibutuhkan adalah sebuah solusi untuk bekerja sesuai keadaan saat ini, nggak melulu teori. Teori yang selama ini ada bisa saja usang untuk permasalahan yang sedang kita hadapi, bahkan kita bisa menemukan teori baru, lho. 

Keadaan selalu saja bisa kita prediksi atau diluar kendali kita. Ketika ada situasi tak terencana, tentu perlu atur strategi baru. Dengan pertanyaan apa yang harus kita berhenti untuk lakukan kepada tim kerja seorang pemimpin. Pertemuan yang rutin bisa dijadikan ajang silaturahim yang akan menguatkan kinerja masing-masing orang, lho. Brainstorming tentang apa yang akan dilakukan atau memberikan perhatian untuk apa yang telah dilakukan akan membuat kelompok kita lebih nyaman bekerja bersama. Itulah tantangan dan treatment untuk menjadi seorang pemimpin, sob. Simpel toh?

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 61