Tips “Mengatur” Orang Lain Tanpa Membuat Ia Merasa “Diatur”

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 24 Mei 2017
Tips “Mengatur” Orang Lain Tanpa Membuat Ia Merasa “Diatur”

Kita hidup di masa yang lebih maju, dimana gaya kepemimpinan yang efektif adalah membuat orang lain bekerja tanpa merasa menderita, merupakan sesuatu yang biasa. Bekerja dan kolaboratif serta menjadi pendengar yang baik merupakan keadaan yang menjadi tren bagi beberapa tempat kerja progresif. Komunikasi dua arah seperti menjelaskan bahwa seorang pemimpin benar-benar peduli dengan orang-orang di sekitarnya, apa value dan tujuan mereka, akan menghasilkan kinerja terbaik di tempat kerja tersebut.

Pemahaman yang baik di kedua belah pihak setelah melakukan usaha seperti itu tentunya akan meningkatkan kinerja supervisi kita, sebagai seorang pemimpin, tanpa banyak menunjukkan mana yang benar. Hal itu membuat mereka lebih cenderung mematuhi kita tanpa paksaan. Pemimpin yang baik bisa mengabaikan kejadian-kejadian yang membuat dirinya sebal, seperti kritik pada sebuah pertemuan atau rapat yang cukup membuat nama baik kita jatuh dan mendengarkan dengan saksama untuk membuat dirinya juga merasa didengarkan. Bagaimana pun orang lain pasti senang ketika pendapatnya didengar, kan?

Jika kita memang memiliki sanggahan dari kritik tersebut dalam bentuk penawaran yang lebih baik, sampaikan itu di hadapan forum sembari meminta orang lain di forum tersebut memberikan tanggapan. Seluruh pertanyaan yang kita jawab sendiri cenderung bisa melemahkan orang lain bahkan melemahkan diri kita sendiri, jika kita belum menguasainya. Lemparkan pertanyaan untuk menanggapi orang yang “menguji” kita tersebut. Dengan meminta tambahan waktu kepada mereka juga dapat mengulur waktu dan meregangkan tensi percakapan di forum tersebut, lho.

Ketika kita terlalu sering menemukan kesulitan dengan seseorang tertentu di tempat kerja kita, tanyakan pada diri sendiri, apakah sebaiknya kita memberi lebih banyak umpan balik (feedback) ataukah pelatihan akan lebih efektif kepadanya. Masukkan orang tersebut dalam daftar untuk rencana perbaikan untuk mendapatkan penyesuaian lanjutan. Mungkin, dengan mengajaknya ke cafe untuk minum kopi di luar tempat kerja kita bisa membuat percakapan pekerjaan menjadi lebih tepat untuk permasalahan yang sedang dihadapi.

Berbicara dengan santai, seperti "Saya menghargai (memasukkan satu hal yang kita sukai dari orang itu, mungkin juga tentang kinerja mereka), tapi pekerjaan Anda sepertinya tidak sesuai dengan kekuatan Anda (masukkan salah satu dari kekuatan mereka). Saya ingin mencoba untuk menemukan posisi yang lebih sesuai di dalam organisasi kami atau memberi Anda bantuan referensi di luar perusahaan kami". Jika memang benar-benar dibutuhkan, hal itu terkadang bisa menghindari proses pemberhentian kerja yang menyakitkan.

 

 

*Dikutip dari Psychology Today

  • view 73