Emotional Intelligence: Apakah Kamu Punya Kemampuan Ini?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 24 Mei 2017
Emotional Intelligence: Apakah Kamu Punya Kemampuan Ini?

Emotional Intelligence atau kecerdasan emosional seringkali kita dengar dengan nama EQ (emotional quotient). Dewasa ini, kecerdasan emosional amat sangat dibutuhkan lebih dari IQ (intelligence quotient), yang umumnya menjadi persyaratan untuk memasuki sebuah sekolah atau kantor. Tak hanya dengan IQ tinggi, kemampuan seseorang dalam lebih memahami, berempati, dan mampu bernegosiasi dengan orang lain dapat membuat kita lebih sukses di dunia kerja. Kemampuan tersebut adalah EQ. 

Dalam sebuah survei dari Career Builder diketahui bahwa salah satu dari 10 kemampuan kerja yang dibutuhkan di tahun 2020 adalah kecerdasan emosi. Dengan kecerdasan emosi yang baik, seorang pekerja akan berkembang lebih baik di tempat kerjanya. Pakar kecerdasan emosional juga berpendapat tentang kesuksesan yang didapat pekerja lebih baik daripada kemampuan teknis yang dimilikinya, walaupun setiap kemampuan yang akan bermanfaat di tempat kerja pasti dibutuhkan. 

Kecerdasan emosional yang bisa kita miliki ini terdiri dari lima prinsip, yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Di suatu kondisi pekerjaan yang membutuhkan penyelesaian konflik yang tinggi akan lebih mudah mengidentifikasi orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi. Percakapan yang muncul dan interaksi di tempat kerja dapat membantu kita mengetahui tingkat kecerdasan emosional orang lain jugs, lho. Hal itu dapat dilakukan dengan melihat keunggulannya, integritas yang terlihat dalam dirinya, kejujuran emosi yang terpancar, sikap yang baik darinya, keterbukaan terhadap umpan balik orang lain terhadap dirinya, dan kesadaran diri pada orang lain di lingkungan sekitarnya. 

Fleksibilitas terhadap perubahan yang dimiliki oleh orang lain juga bisa menandakan kalau ia memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, lho, gengs. Hal itu menjelaskan ia dapat dengan mudah menghadapi situasi yang tidak pasti dan tidak dapat diprediksi. Ia pun menangani secara faktual terjadi saat ini.  Ia akan cenderung lebih mudah meninggalkan masa lalunya dan tidak membiarkan dirinya merasa bersalah atas hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan hidupnya saat ini. Begitu pun dalam pengelolaan diri. Ia mampu mengelola emosi dan perilakunya dengan baik untuk mendapatkan hasil yang positif. Sehingga, karena ia tidak berlarut-larut dalam drama kehidupan, ia cenderung memiliki produktivitas yang tinggi. 

 

 

 

 

* Dikutip dari berbagai sumber. 

 

Dilihat 68