Loyalitas: Orang yang Loyal Itu Paling Dinanti, Lho

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 23 Mei 2017
Loyalitas: Orang yang Loyal Itu Paling Dinanti, Lho

Siapa yang tidak mengetahui loyalitas? Setiap hubungan akan lebih bertahan lama ketika keduanya telah mengenal loyalitas masing-masing. Loyalitas dapat diartikan sebagai kesetiaan atau kepatuhan orang lain kepada kita. Loyalitas sendiri menentukan siapa diri kita sebenarnya dan memberikan kita kedamaian untuk suatu hubungan persahabatan.

Tanpa loyalitas, sebuah kerja sama akan terasa hambar, pun hubungan persahabatan akan terjalin kurang menyenangkan bagi pihak-pihak yang tidak menerima loyalitas. Menurut Lee Caraher, dalam bukunya The Boomerang Principle, loyalitas dapat dilihat seperti seseorang yang pergi meninggalkan pekerjaannya ketika ia sudah tidak termotivasi. Tetapi, muncul timbal balik loyalitas ketika kita sudah menjadi orang yang loyal kepada orang lain. 

Loyalitas bisa dibangun dari diri sendiri dimulai dengan sadar akan pentingnya menjaga komitmen yang sudah kita katakan untuk dilakukan, apapun yang terjadi. Dengan begitu, kita jadi tahu dan lebih peduli dengan keadaan orang lain yang sudah kita buat berharap kepada kita. Ada orang yang kita patahkan hatinya ketika loyalitas yang dibangun atas dasar komitmen itu tidak dilakukan. 

Loyalitas selalu berjalan dua arah. Ibaratnya pada seorang pelatih dan pemain-pemainnya, ada tempaan untuk kepuasan bersama yang diberikan pelatih untuk mereka dengan cara manusiawi dan menyenangkan akan membawa pada kondisi tak terpisahkan. Mereka akan saling peduli dan menyayangi timnya serta akan melakukan apapun untuk tim tersebut. Apapun yang terjadi. 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber. 

  • view 131