Hilangkan Tabiat Buruk: Buat Hidupmu Lebih Hidup!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 22 Mei 2017
Hilangkan Tabiat Buruk: Buat Hidupmu Lebih Hidup!

Pernah punya kebiasaan buruk memang lebih sering membuat kita sakit fisik dan jiwa. Kebiasaan stalking mantan, pasti sering sedih karna ada kesempatan balikan tapi mantannya nggak mau. Kebiasaan terlambat ke sekolah, dipulangin karena pintu gerbang udah digembok. Setelah ada kondisi itu akhirnya ada beberapa titik di hidup kita yang menyebabkan kita jadi nggak bisa menikmati hidup. Senang sih senang, tapi kok rasanya empty dan ada yang salah tapi kita nggak tahu salahnya dimana.

Kebiasaan yang kita lakukan semuanya berawal dari otak kita. Mereka dirancang untuk menciptakan jalur saraf yang memberikan hasil terbaik. Bila keinginan memicu reaksi yang dapat memuaskan keinginan awal itu, seperti kegiatan menenangkan, adanya perhatian dan kasih sayang, otak kita mencatatnya. Selanjutnya ketika keinginan itu muncul kembali, otak memanggil kembali saraf yang akan melanjutkan pekerjaan sebelumnya. Dorongan otak tersebut, menurut Elisha Goldstein, disebabkan oleh hormon dopamin yang membuat kita memiliki suatu keliaan. 

Ketika kita memahami bagaimana kebiasaan terbentuk, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperbaiki tindakan tersebut dan memiliki pilihan untuk mengambil langkah paling baik. Adanya kebiasaan buruk yang terbentuk memerlukan niat untuk melakukan sesuatu dengan cara berbeda dalam maksud yang lebih baik dan memelihara kebiasaan baru itu. Ketaatan pada diri kita tentang kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan sistem otak demi tujuan jangka daripada hal yang dirasa kebutuhan atau keinginan jangka pendek membuat kita lebih bisa menjaga komitmen kita untuk diri yang lebih baik dari waktu ke waktu, lho.

Ada beberapa hal yang perlu diingat bila kita telah mengerti keinginan dan alasan pribadi kita untuk mengubah kebiasaan. Ketika kita tertarik kembali dengan kondisi kebiasaan lama kita, selalu tarik napas perlahan untuk menenangkan saraf dan mengaktifkan otak kita yang lebih rasional. Ajak juga teman atau keluarga kita yang lebih mungkin untuk mengingatkan kita akan berbagai kebiasaan buruk kita. Sehingga, seperti ada reward dan punishment dari mereka ketika kita melanggar komitmen kebiasaan buruk yang akan kita tinggalkan. Kebiasaan yang meyakinkan kita bahwa hal buruk yang kita lakukan adalah hal yang biasa hanya akan melanggengkan perilaku tersebut dan membatasi kemampuan kita untuk melihat kemungkinan yang berbeda. Tapi, semua berawal dari niat dan pikiran kita sendiri, sob. Change for a better life is good, though!

 

 

*Dikutip dari Mindful Organization. 

  • view 106