Asah Kemampuan Negosiasi, Kamu Tipe Negosiator yang Mana?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 19 Mei 2017
Asah Kemampuan Negosiasi, Kamu Tipe Negosiator yang Mana?

 

Sebagian besar dari kita dianugerahi kemampuan berbicara yang baik dengan orang lain. Mudah saja bagi orang-orang tersebut untuk mendiskusikan banyak hal yang akhirnya dapat menyenangkan kedua belah pihak. Walaupun nggak selamanya perbincangan itu berjalan lancar, pasti ada masa-masa sangat alot ketika perlu menyelesaikan suatu masalah. Kemampuan berbicara akhirnya menjadi kemampuan negosiasi juga yang menjadi andalan untuk dapat digunakan demi berbagi visi dengan orang lain dan mencapai tujuan.

Gaya berbicara yang sesuai dengan bahasan kita, termasuk strategi kita berbicara dengan orang lain, pasti memiliki keunikan tersendiri. Sebelumnya juga perlu ada persiapan untuk memahami situasi yang ada agar tujuan dalam percakapan kita dapat diterima oleh semua pihak. Meski kepandaian berbicara ini bukan bersifat bawaan lahir dan masih dapat dikembangkan, ada beberapa tipe negosiator yang selama ini menunjukkan cara kita bernegosiasi. Tipe negosiator itu biasanya ada yang asertif (tegas-agresif), akomodator (berorientasi dengan hubungan baik), dan analis (menghindari konflik).

Tipe negosiator yang asertif pada seseorang cenderung selalu ingin mengalahkan lawan bicara melalui topik-topik pembicaraan yang sedang dilakukan. Seringkali tipe negosiator ini berbicara ceplas-ceplos dan tanpa basa-basi dengan lawan bicaranya. Ketika ia bilang tidak, maka selamanya akan cenderung begitu. Ia bertingkah begitu karena memegang prinsip waktu adalah uang dan umumnya kurang memiliki empati yang tinggi. Memang ia merasa mendapatkan kebanggaan dari dominasi pembicaraan, tetapi hal itu membuat orang lain sebal. Apalagi ketika dalam perbincangan serius tentang bisnis. Kita tidak bisa membiarkan lawan bicara kita tidak didengarkan demi menjaga keberlangsungan kerjasama di antara kita dan rekan kita.

Sama dengan tipe negosiator asertif, tipe negosiator analis pun ingin selalu menang dengan lawan bicaranya. Hanya saja ia tidak terburu-buru dengan perbincangan yang sedang berjalan dan menikmati waktu yang ada untuk melihat detil perbincangan. Bahkan ia cenderung tidak memulai pembicaraan ketika bahan pembicaraan yang dimiliki kurang maksimal dikuasainya. Menurut tipe orang-orang analis, sebuah data adalah sebuah peluang yang perlu digali hingga dalam. Sedangkan tipe akomodator sangat senang untuk menjadi orang yang menyenangkan orang lain dalam pembicaraan atau sebuah negosiasi. Ia percaya bahwa negosiasi yang akan berhasil dimulai dari mood lawan bicara yang harus dijaga. Mood yang terjaga akan lebih mensukseskan negosiasi antar keduanya. Tiga tipe negosiator tersebut bisa di mix and match sesuai kebutuhanmu, lho.

 

*Dikutip dari Quora

  • view 102