Alasan Kenapa Kita Harus Membaca Buku: Melapangkan Otak hingga Dapat Pacar Baru

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Mei 2017
Alasan Kenapa Kita Harus Membaca Buku: Melapangkan Otak hingga Dapat Pacar Baru

Buku, di zaman milenium ini, rasanya sudah sulit untuk menjadi teman sehari-hari kita. Teman baru bagi kita cenderung kegiatan bersantai yang lebih minim tulisan, seperti nonton film, berpetualang ke tempat baru, nongkrong, hingga sudah terlalu lelah hanya karena melakukan pekerjaan tanpa henti. Padahal, buku, yang sudah mulai agak ditinggalkan orang-orang sejak lama, sangat bernilai dan memiliki manfaat untuk diri kita dan orang lain di sekitar kita. Bahkan bermanfaat untuk orang lain di berbagai belahan dunia, lho.

Kita pasti nggak ngeh, kalau kebiasaan kita yang terbuai dengan kesibukan sehari-hari seperti di atas selama ini berakibat pada rendahnya angka literasi. Angka literasi yang rendah terlihat dari minat membaca dan menulis dari masyarakat ketika tren yang ada di masyarakat amat jauh dari kedua hal tersebut. Ukuran dari angka literasi yang tinggi tersebut adalah kita mampu untuk memahami, menggunakan, dan merefleksikan bacaan kita dalam bentuk tulisan. Ketika angka literasi rendah, dapat dipastikan pengetahuan pun rendah. Akibat dari pengetahuan yang kurang bisa sangat terlihat dengan tingginya kasus hoax yang dipercaya oleh banyak orang di sekitar kita. 

Menurut Francis Bacon, pengetahuan yang kita miliki atau tidak miliki merupakan bentuk kekuatan kita sebagai manusia. Berawal dari pengetahuan yang banyak, tantangan yang ada di depan mata dapat terselesaikan melalui pengetahuan kita. Dimulai dengan membaca, kita jadi tahu kata-kata keren yang sebelumnya kita tidak tahu, mampu menganalisis karakter seseorang dari cerita di buku bacaan kita, dan memperluas kapasitas memori kita. 

Kita pernah ingat bahwa ada ungkapan otak komputer lebih hebat dari otak manusia, perihal memori, itu salah banget. Komputer berkapasitas memori 512 GB sudah penuh pasti perlu diganti dengan memori yang lebih besar. Tapi tidak dengan otak kita. Memori otak kita bisa diperkuat dan diperluas dengan cara membaca. Ketika kita membaca satu buku, saraf-saraf di otak mulai bermunculan dan saraf yang lama menjadi lebih kuat untuk aktivitas mengingat kita. 

Hasil bacaan kita juga bisa membentuk kepribadian kita, lho, gengs. Menurut peneliti dari University of Toronto, membaca dapat memperbaiki kepribadian kita. Ketika kita membaca buku romantis, kita akan memiliki rasa empati yang lebih baik, pun ketika kita membaca buku artistik. Kita juga akan bisa memproses percakapan dan mengetahui karakter orang lain dengan lebih baik melalui adanya emosi serta perilaku dalam suatu cerita dalam buku. Hal tersebut menjadi pengalaman dan pengetahuan baru bagi kepribadian kita. 

Membaca buku pun dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih toleran terhadap sesama. Karena kisah-kisah dalam buku dapat menjadikan kita mampu untuk lebih mengerti orang lain tanpa cepat mudah menghakimi. Dengan begitu, kehidupan kita sehari-hari akan lebih menyenangkan karena kita bisa memahami orang lain dan mudah, sekalipun untuk menjalin hubungan baru bersama orang lain yang kita temui. Mari perbanyak baca buku, gengs!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 126