Kamu Nggak Bisa Ngirit? Intip Saran dari Ahli Keuangan Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 19 Mei 2017
Kamu Nggak Bisa Ngirit? Intip Saran dari Ahli Keuangan Ini

 

Awal bulan, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Iya, gajian! Senang sekali pasti kita kalau sudah ingat kata gajian. Kata-kata itu bisa membuat tangisan di dompet kita berhenti, yah, seenggaknya untuk sementara waktu. Untuk dompet rasanya kebahagiaan itu taka da yang hakiki. Pengeluaran selalu banyak sekali. Rasanya gaji yang banyak setelah banting tulang selama 30 hari itu selalu tak cukup. Apa sebetulnya masalahnya? Tentu masalahnya datang dari cara pengelolaan keuangan kita sendiri.

Lingkaran kehidupan yang sedang berada di atas ketika habis gajian langsung berhenti di titik terbawah kita kala gaji lebih cepat habis. Akuilah selama ini kita ini orang yang boros dan tidak bisa menabung. Ahli keuangan Stefanie O'Connell menanggapi kasus rutin kita setiap bulan ini dengan ringan bahwa kita hanya tidak mampu untuk tidak melakukan pemborosan tersebut dan kita tidak benar-benar tahu kemana uang itu pergi. Tapi ada banyak cara untuk mengubah ketidakmampuan tersebut. Identifikasi dengan tepat berapa kapasitas kita untuk hidup yang lebih baik dan jauh dari keborosan yang menghantui kita.  

Selama ini kita cenderung pasrah dengan diri kita sendiri ketika memiliki kuasa untuk membeli segala yang kita butuhkan tanpa melihat prioritas. Keadaan mental tersebut wajar karena kita menyayangi diri kita sendiri dan membahagiakan diri kita setelah beberapa minggu bekerja keras. Tapi ada saatnya nanti kita akan membutuhkan keadaan keuangan yang jauh lebih besar dari dugaan kita karena tidak terbiasa untuk hidup efisien, atau ngirit. Perilaku yang muncul karena kondisi mental kita tersebut bisa saja diperbaiki jadi lebih baik dengan merubah pola pikir boros tersebut.

Tentukan apa saja kebutuhan kita setiap bulannya dari yang paling dibutuhkan hingga yang paling diinginkan. Berbeda lho ya butuh dan ingin. Kebutuhan kita misalnya adalah biaya transportasi ke kantor atau biaya makan siang dan tempat tinggal. Sedangkan keinginan kita misalnya adalah membeli gadget terbaru tanpa mengingat kalau gadget yang lama masih bisa digunakan bahkan belum difungsikan 100% kemampuannya. Tuliskan segala kebutuhan dan keinginan yang ada serta buat prioritas dari jumlah uang gaji kita. Lalu, buatlah pengeluaran otomatis setiap bulannya untuk langsung masuk ke tabungan kita, kalau bisa tanpa kita ketahui. Hal itu dimaksudkan agar bisa memisahkan antara uang tabungan dengan uang pengeluaran yang siap untuk dihabiskan. Jadi kita tahu dulu berapa jumlah yang ditabung tiap bulan, berapa kebutuhan kita, dan mencukupkan gaji tersebut untuk membeli keinginan kita. Semangat ngirit, gengs!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 58