Kamu Putus Sama Pacarmu? Mungkin karena Kamu Kurang Tidur!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Kesehatan
dipublikasikan 19 Mei 2017
Kamu Putus Sama Pacarmu? Mungkin karena Kamu Kurang Tidur!

Tidur. Siapa yang nggak butuh tidur? Semua pasti butuh. Tapi ada aja yang bikin kita nggak bisa tidur. Entah karena ada tugas-tugas masih bejibun, ada gebetan yang bikin penasaran untuk di stalk sampe pagi, hingga sedang encok sakit punggung. Kurang tidur bisa menjadi bencana ketika kita sedang sangat lelah tapi kita belum bisa tidur. Lebih buruk lagi, kurang tidur membuat hubungan sosial kita dengan orang lain rusak, bahkan bisa menghancurkan hubungan kita dengan pasangan.

Kok bisa ya?

Kita menginginkan pasangan yang bisa membuat kita nyaman dan membuat hidup terasa lebih bahagia. Kisah seperti di film bioskop pasti ingin kita punyai juga, atraktif dan romantis. Hampir nggak ada orang yang ingin hidupnya penuh tangisan sedih setiap hari. Ternyata, sejak 1972 beberapa peneliti telah menemukan bahwa seseorang lebih menyukai orang yang menyenangkan daripada orang yang menyebalkan untuk dijadikan pasangan hidupnya. Orang yang kurang tidur akan lebih tidak sehat dan menjadi orang yang tidak menyenangkan ketika menghadapi orang lain karena tubuhnya cenderung lebih lemas dibandingkan orang dengan istirahat cukup.

Ketika seseorang kurang tidur, ia juga akan sulit menanggapi lelucon verbal yang diberikan orang lain. Orang yang tidak punya selera humor tentu dianggap kaku dan tidak bisa diajak bersenang-senang. Bagaimana bisa menyenangkan orang lain, menyenangkan dirinya sendiri pun ia masih sulit kan? Itu terjadi karena kemampuan kita membuat lelucon humor bagi orang-orang di sekitar kita memerlukan kemampuan kognitif yang tinggi, dan kurang tidur dapat membuat kita lemah secara kognitif. Selain itu, ekspresi negatif pun keluar dari tubuh kita. Kita pun jadi sulit untuk bertahan menyelesaikan konflik dan menyerah pada keadaan.

Selain mengganggu kita dalam penyelesaian konflik, tidur ternyata berperan besar dalam kualitas pengambilan keputusan kita, lho. Hal itu bisa terjadi karena fungsi korteks pre-frontal, area otak kita yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif, menjadi kurang berkuasa dalam melakukan tugasnya. Sehingga, semua keputusan penting atas konsekuensi, target, dan harapan masa depan tidak bisa kita lihat dengan jernih apakah itu baik atau buruk. Kita pun berpotensi lebih besar akan mengambil risiko berbahaya tanpa pikir panjang. Kurang tidur juga dapat membuat kita lebih mudah terganggu, ceroboh, kurang inovatif, dan kurang mampu mengintegrasikan informasi, lho. Gimana hayo, penyebab putusmu karena kamu kurang tidur atau nggak, gengs?

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

 

 

  • view 57