Menangis: Bukan karena Kamu Cengeng, Tapi, karena Kamu Kuat!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 18 Mei 2017
Menangis: Bukan karena Kamu Cengeng, Tapi, karena Kamu Kuat!

 

Seringkali kita tidak dibiarkan menangis di depan umum. Bahkan untuk sebagian orang, kita tidak boleh sama sekali menangis, hingga yang ada hanya sakit kepala dan sesak dada ini, aseli pakai banget. Walaupun begitu, kita tetap patuhi norma yang berlaku, aturan umum dari masyarakat di sekitar kita. Penyebab dari tangisan kita nggak hanya disebabkan karena emosi yang bermacam-macam, lho, sob. Tapi bisa juga karena respon refleks dari mata kita. Misalnya, ketika ada debu, asap, atau suatu jenis uap yang mengenai mata kita atau saat mata kita kecolok orang. Yah, bukan nangis sih ya itu, tapi ngomel terus jadi senggol bacok hihi.

Nggak hanya ketika bentuk emosi sedih pada diri kita yang membuat kita menangis, gengs, Emosi seperti bahagia dan tawa, takut dan panik, juga marah dan kesal pun dapat membuat kita menangis dalam artian ada air mata yang keluar dari mata kita. Jadi, balik lagi ke bagaimana kita membuat definisi tangisan itu sendiri, gengs, apakah kita mendefinisikan kalau menangis itu kondisi air mata yang keluar saat kita sedih saja? Tentu bukan cuma itu kan, ya, setelah kita tahu bahwa memang betul tangisan muncul karena emosi yang bermacam-macam bentuknya. Makanya kita pasti pernah merasakan ketika tertawa terlalu lama, air mata kita juga keluar dari tempatnya.

Kita menangis karena kita kuat itu betul. Ketika orang lain bilang bahwa menangis adalah bentuk kelemahan seseorang, sadarkah kita bahwa itu sepertinya dilakukan hanya untuk membuat kita berhenti menangis? Padahal masalah yang ada belum terselesaikan. Seseorang yang menangis termasuk pribadi yang berani untuk terlihat rentan. Mengapa? Karena, dengan membiarkan dunia tahu bahwa kita sedang terluka terkadang akan memunculkan judgement, rasa kasihan, dan cemoohan dari orang lain, yang juga akan memunculkan rasa malu pada diri kita. Kondisi kita tersebut membuat kita kuat karena kita amat peka dengan hal-hal kemanusian dan value diri kita amat unik.

Mengeluarkan emosi dalam bentuk tangisan ternyata ada manfaatnya juga, lho. Apakah pekerjaan kita adalah seorang seniman atau penulis? Jika demikian, manfaatnya akan semakin terasa bagi kita yang bekerja pada pekerjaan-pekerjaan dengan sisi humanis. Ketika melewati masa-masa emosional hingga kita sampai mengeluarkan air mata, mungkin karena kita tipe orang yang mudah tersentuh atau memang masa yang kita lewati saat itu cukup mengguncang kita, akan lebih mudah untuk menyalurkan ide kreatif berdasarkan kisah yang kita alami tersebut. Inspirasi memang bisa datang darimana saja. Tetapi, jika itu dimulai dari kondisi emosional yang kita alami sendiri, kisah itu akan lebih mudah dirasakan oleh orang lain, apalagi dengan kemasan yang ciamik. Pasti kamu bangga dengan dirimu sendiri.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 132