Hindari Hoax Diri: Jadilah Dirimu Seutuhnya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 18 Mei 2017
Hindari Hoax Diri: Jadilah Dirimu Seutuhnya

Kita semua tahu kalau bohong itu nggak pernah baik. Dari dulu kita diajarkan untuk hidup jujur dan di beri doktrin bahwa berbohong itu buruk dan mengatakan yang sebenarnya itu baik. Pernah di waktu kita kecil jika ketahuan berbohong, kemungkinan besar kita mendapat masalah dan hukuman dari orang tua kita sebagai pembelajaran bahwa selalu ada konsekuensi bagi orang yang tidak jujur. Walaupun semenjak kita beranjak dewasa, hukuman itu cenderung melonggar dan satu atau dua kali kita tetap berbohong, minimal pada diri kita sendiri.

Mungkin, banyak dari kita yang tidak jujur dengan cara yang mungkin tidak kita sadari. Entah itu bohong yang besar atau hanya bohong biasa (lho? kebiasaan banget, ya, yang tukang bohong, haha). Sebagian besar dari kita berbohong karena harus berbohong, seperti white lies-bukan berjenis bohong kriminal- atau jenis hoax yang membahayakan jiwa. Tapi, guys, bohong kecil atau bohong sedikit itu pun membuat kita nggak jadi diri sendiri, lho, nggak authentic.  Hal itu juga sangat berbahaya karena membawa energi negatif dalam tubuh kita setiap hari ketika kita berbohong, tanpa kita sadari.

Hidup yang authentic dan menjadi diri sendiri menjadikan diri kita apa adanya serta membuktikan bahwa kita mencintai diri kita. Dimulai dari komunikasi yang penuh kasih dan jujur serta menerima apapun terjadi di hadapan kita tanpa mengabaikan naluri yang ada. Ketika kita bermaksud untuk bilang tidak, mulailah untuk tetap bilang tidak jika kita benar-benar tidak ingin melakukan sesuatu. Karena jika dipaksakan, kita tidak akan memberikan yang terbaik pada orang lain dalam kondisi tersebut. Tanda kalau kita terpaksa adalah, kita akan merasa bersalah dan takut setelah memutuskan untuk berkata “iya”.

Pada suatu hubungan energi kita sangat terkuras, cobalah berani ambil keputusan untuk mengistirahatkan diri dari hubungan tersebut. Tak perlu istirahat berlama-lama bahkan memutuskan hubungan, sediakan sedikit ruang untuk sementara waktu. Ketika memaksakan pada suatu hubungan yang sebenarnya tidak kita inginkan, sangat terlihat ketidaktulusan kita karena energi yang kita keluarkan pasti berbeda dengan kegembiraan tulus yang kita tampilkan pada orang tersebut. Jujurlah, guys. Istirahatlah sebentar dalam hubungan yang membuat kita tidak bahagia dan tidak menjadi diri kita sendiri. Mengakui, menerima, dan memiliki diri kita sendiri dalam menghadapi segala sesuatu sangat penting untuk menjalani hidup kita dengan lebih authentic, gengs!

 

 

*Dikutip dari Steven Aitchison, UK

  • view 66