Bahaya Multitasking: Hilangnya Kreativitas hingga Kerusakan Memori Otak?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 17 Mei 2017
Bahaya Multitasking: Hilangnya Kreativitas hingga Kerusakan Memori Otak?

Fyuh, akhir-akhir ini banyak banget tugas yang minta diselesaikan berbarengan. Akhirnya, biar cepat selesai, kita mengerjakan seluruh tugas tersebut sambil melakukan tugas yang lain. Harapannya tugas-tugas tersebut akan lebih cepat selesai dan kita bisa segera beristirahat. Misalnya, saat kita belajar dan dalam waktu yang sama juga menonton pertandingan sepak bola di televisi, kita berpikir bahwa bisa efektif melakukan keduanya. 

Eh, tunggu dulu, sob. Kalau kita merasa bisa berkonsentrasi dan melakukan sejumlah tugas secara bersamaan, hebat banget. Namun, sebenarnya kita memperlakukan salah satu kegiatan kita dengan tidak adil, lho. Kita jadi nggak fokus menjalankan salah satu kegiatan kita tersebut. Karena sesungguhnya manusia tidak bisa melakukan banyak tugas dalam satu waktu atau melakukan multitasking. Sudan S, CEO dari HR Cube & Mintly, dalam artikelnya tentang multitasking dan kurangnya produktivitas menjelaskan bahwa sebenarnya multitasking amat merugikan kita, lho. 

Multitasking dapat meningkatkan stres, sob. Membuat banyak tujuan dalam satu waktu sekaligus akan sangat lebih berbahaya bagi pikiran kita. Sadarkah kita kalau multitasking melemahkan memori kita hingga menjadi kerusakan permanen? Hal tersebut karena otak kita dirancang untuk berkonsentrasi hanya pada satu tugas. Karena tekanan tambahan beralih dari satu tugas ke tugas lainnya, otak kita jadi membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugasnya. Sehingga hal itu menyebabkan otak kita tertekan sehingga akhirnya kita akan pusing sendiri dan senewen. Berkonsentrasilah pada satu tugas, selesaikan, baru kemudian beralih ke tugas selanjutnya, ya.

Kerugian lain dari multitasking adalah hilangnya kreativitas. Wah, ini parah banget. Kreativitas kita hilang karena otak kita telah terbiasa multitasking yang menyebabkan fokus perhatian pada otak menjadi terbagi. Misalnya, ketika kita mengerjakan masalah yang sulit sebaiknya jangan berhenti untuk mengecek pesan atau email kita dan mulailah beristirahat. Saat menghadapi tugas sulit dan menambah beban otak kita untuk mengerjakan hal yang lebih penting, kita menjadi tidak produktif. Ayo hindari multitasking dan tetap produktif dengan cepat!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 230