Self-Esteem: Tips untuk Tidak Membiarkan Orang Menginjak-injakmu!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Inspiratif
dipublikasikan 17 Mei 2017
Self-Esteem: Tips untuk Tidak Membiarkan Orang Menginjak-injakmu!

Pada satu situasi pasti kita pernah mengalami masa-masa dimana orang lain gampang banget merusak mood kita, membuat kita merasa menjadi “bukan kita yang biasa”, dan menghentikan langkah kita. Saat itu, ada kondisi dimana kita menyerah dengan situasi atau bahkan kita mampu mengalahkan situasi yang menghajar kita. Cara kita memandang apapun pengalaman hidup yang ada di hadapan kita dinamakan self-esteem atau bisa disebut harga diri, sob. Self-esteem termasuk mindset serta kepercayaan diri yang berpengaruh untuk membuat kita mampu bereaksi menghadapi tantangan yang menghadang di depan mata kita.

Stanley Coopersmith mendefinisikan self-esteem sebagai evaluasi yang dibuat oleh individu terkait penghargaan untuk dirinya sendiri melalui ekspresi sikap dimana ia meyakini dirinya sendiri mampu, penting, berharga, dan bisa berhasil. Makanya, self-esteem yang ada dalam diri kita bisa menjadi motivator untuk diri sendiri, bahkan juga menjatuhkan diri kita sendiri, gengs. Orang dengan self-esteem yang positif atau memiliki self-esteem tinggi gak bakal langsung membiarkan dirinya menjadi sasaran mistreatment dari tingkah laku buruk orang lain terhadap dirinya. Ia juga gak akan bilang “aku pantaslah dapat ganjaran ini” sebelum memastikan apakah ia benar-benar harus menanggung risiko yang dilimpahkan kepadanya.

Banyak ahli menyarankan olahraga dan selalu olahraga untuk hidup yang lebih baik. Penekanan pada pernapasan dan pergerakan tubuh kita dalam gerakan berulang dapat meningkatkan self-esteem kita, lho. Tai chi, menari, berlari, dan bersepeda membantu membersihkan pikiran negatif karena fokus kita teralihkan, menjadi lebih fokus untuk kegiatan positif tersebut. Di dalam diri kita juga terdapat inner critic yang bisa berulang kali mengingatkan kita bahwa kita melakukan kesalahan. Sehingga yang terjadi dalam hidup tidak seperti yang kita inginkan itu disebabkan oleh kesalahan kita, walaupun apa yang kita lakukan sebetulnya sudah benar. Menurut Sanam Hafeez, ketika inner critic mencoba menjatuhkan kita, kita perlu mengingat hal baik yang telah terjadi pada kita selama ini. Sehingga, kita lebih mampu bersyukur dan selalu berpikir positif.

Berpikir positif dan memaksa diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik tidak selalu mudah, ya, sob. Perlu usaha dan kebiasaan rutin tertentu. Self-esteem yang positif pun begitu. Kita perlu selalu mengubah value hidup ini dari negatif ke positif dengan kebiasaan sederhana. Sanam Hafeez merekomendasikan untuk menuliskan momen menyenangkan yang mampu memuaskan kita setiap hari. Hal tersebut membantu kita untuk mengingat dan memotivasi pikiran setiap hari agar terus bahagia menghadapi tantangan. Walau tak selalu di buku catatan, notes pada smartphone kita juga bisa menjadi alternatif lain dari buku catatan itu, lho.

Smartphone yang kita miliki pasti terdapat aplikasi media sosial untuk berkomunikasi dengan teman-teman kita melalui dunia virtual. Self-esteem dapat meningkat atau dapat meluncur jatuh ketika kita membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain serta dapat membuat kita merasa sangat payah sekali. Pernahkah merasakan itu, sob? Banyak ahli mengatakan untuk mendapatkan kebahagiaan yang stabil kadang memerlukan detoks sosial media untuk sementara waktu. Lakukanlah interaksi dengan orang lain melalui kegiatan amal atau ikut social work menjadi relawan untuk lebih belajar mengapresiasi hidup. Dengan begitu kita dapat selalu memompa semangat positif dan menjalankan hidup ini dengan lebih menghargai apa yang kita miliki, gengs.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 1.4 K