Kekuatan Hidung: Kemampuan Unik yang Manusia Punya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 17 Mei 2017
Kekuatan Hidung: Kemampuan Unik yang Manusia Punya

Panca indera diberikan Tuhan sejak kita lahir membuat kita dapat hidup dengan kemampuan luar biasa. Sedemikian rupa anugerah yang diberikan tersebut memungkinkan kita untuk melihat, mendengar, dan merasa. Tetapi, selain beberapa tiga fungsi indera tersebut ada juga indera penghidu, yang merupakan salah satu indera krusial, sob. Indera penghidu pada tiap orang memiliki kemampuan untuk menghidu aroma yang berbeda-beda. Bagi satu orang, suatu aroma asam akan sangat menyenangkan tetapi tidak bagi orang yang lain. Perbedaan tersebut ada karena sistem genetika tubuh kita dari indera penghidu yang berbeda-beda juga di tiap orang. 

Tanpa indera penghidu, deskripsi suatu hal menjadi cukup sulit untuk diingat. Hal tersebut semakin terasa ketika kita tidak bisa melihat karena pencahayaan yang kurang atau tidak bisa mendengar karena terlalu banyak muncul bising. Dengan menghidu, kita bahkan tahu tengah berada di sekitar tempat sampah walaupun indera lain pada tubuh dipaksa untuk “dinonaktifkan” pada kondisi tertentu. Gambaran yang diterima otak melalui indera penghidu dapat lebih membantu kita untuk melakukan asosiasi terhadap suatu memori tertentu.

Mengapa?

Karena sebuah aroma yang dihirup oleh hidung kita tersimpan sendiri dalam sistem memori otak jangka panjang. Aroma tersebut masuk ke pikiran kita melalui aroma primer, seperti halnya spectrum warna primer yang dilihat oleh mata kita, lho. Macam-macam aroma tersebut seperti aroma mint dari peppermint, aroma bunga yaitu bunga mawar, aroma halus seperti buah pir, aroma musky yaitu wewangian seperti bunga-bungaan, aroma resin seperti kamper, aroma kotor seperti telur busuk, dan aroma asam seperti cuka merupakan aroma primer yang dihidu oleh hidung kita.

Aroma yang terhirup hidung kita dapat pula memainkan emosi kita, sob. Bahkan, kehilangan kemampuan menghidu dapat mempengaruhi kecukupan nutrisi seseorang. What? Apa iya? Jika kita kehilangan kemampuan menghidu, kita tidak bisa membedakan mana aroma yang sedap dan tidak sedap. Sehingga, aroma makanan yang tadinya sedap dan kita dapat kita nikmati akan terasa hambar karena salah satu kerusakan sensor indera itu. Namun, latihan untuk mengembalikan kemampuan penghidu tersebut dapat dilakukan untuk memperbaiki kemampuan hidung yang rusak.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 47