Intensi Bunuh Diri: Jangan percaya pikiranmu!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Renungan
dipublikasikan 16 Mei 2017
Intensi Bunuh Diri: Jangan percaya pikiranmu!

Cukup menyeramkan ketika melihat banyaknya orang yang tidak tahan lagi menghadapi kehidupannya dengan cara mematikan peluang hidupnya untuk bahagia di kemudian hari. Apa yang sebenarnya menyebabkan seseorang rela meninggalkan kehidupannya? Tentu, tak ada asap jika tidak ada api, kan, sob? Bunuh diri tidak terjadi tanpa alasan karena hanya tiba-tiba ingin meninggal, walaupun ada tipe gangguan jiwa seperti itu.

Penyebab bunuh diri berdasarkan kejadian yang paling banyak ditemukan yaitu karena depresi, pelecehan, dan kekerasan. Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang bunuh diri tersebut dapat mengenai laki-laki dan perempuan. Namun, selama ini diketahui bahwa cara bunuh diri antara kedua jenis kelamin cukup berbeda. Perempuan lebih cenderung memilih sarana bunuh diri seperti overdosis obat terlarang, yang tidak langsung mematikan. Sedangkan laki-laki lebih cenderung menggunakan metode kekerasan dengan tingkat keberhasilan lebih besar, seperti menggantung atau menembak diri sendiri.

Terdapat kebohongan pikiran dalam mengelabui diri ketika muncul keinginan untuk bunuh diri dalam pikiran seseorang. Biasanya, orang yang merasa sendirian, ditinggalkan, dan tak mendapat dukungan dari orang lain cenderung lebih mudah dikelabui oleh pikirannya akan bunuh diri. Namun, mereka lupa kalau setelah hari ini ada masa depan dimana kita bisa bertemu orang lain yang lebih baik- jika memang orang terdekatnya telah tiada- hingga membuat ia ingin hidup selamanya.

"Suicide is a permanent solution to a temporary problem" —Phil Donahue.

Seseorang yang merasa menjadi korban dari situasi tidak tertahankan, sebetulnya ia bukan satu-satunya korban. Orang-orang sekitarnya yang telah diberikan arti hidup olehnya akan memiliki pertanyaan yang tidak akan pernah dijawab oleh pelaku bunuh diri. Bahkan, orang di sekitarnya tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal. Benar banget jika bunuh diri adalah tindakan egois yang menambah masalah baru, tak hanya pada diri kita di alam selanjutnya tapi juga pada orang lain. Buktinya, Amerika tiap tahunnya mengeluarkan anggaran negara sebesar 41,2 miliar dolar karena kasus bunuh diri maupun kasus percobaan bunuh diri.

Bunuh diri bukan tindakan mengistirahatkan diri dari kehidupan karena tentu hidup kita ini bukan hidup yang reversible seperti kucing dengan sembilan nyawanya. Bunuh diri juga bukan pelarian dari masalah yang ada. Mari cari bantuan sebelum membiarkan pikiran untuk bunuh diri tersebut menjadi tidak tertahankan lagi. Selalu ada solusi untuk masa depan kita tanpa harus menghentikan hidup yang sebenarnya belum berhenti. Bantulah orang sekitar kita yang terdeteksi ingin bunuh diri agar kembali kepada kesadarannya dan say I love you pada mereka sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama, ya, Sob. Living is caring. 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

 

Dilihat 1.7 K