Isi Otak Kita: Hasil Memori Belajar atau Pengetahuan?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 16 Mei 2017
Isi Otak Kita: Hasil Memori Belajar atau Pengetahuan?

Otak kita tak hanya berisi cairan dan daging pengendali tubuh, tapi juga terdapat syaraf yang bekerja untuk memungkinkan kita sebagai pengingat, penggerak, juga pendengar. Kita tahu bahwa otak yang kita miliki dapat diisi dengan setiap pembelajaran yang ada untuk diri kita dan menjadi memori. Belajar, sebagai bentuk peningkatan pengetahuan, dapat  membuat memori pada otak kita berekspresi dari setiap pembelajaran yang ada. Ketika kesedihan atau kebahagiaan kita terlihat pada raut wajah, pembelajaran yang telah kita lakukan terlihat dari isi memori otak kita.

Ternyata, ada perbedaan konsepsi dari cara terjadinya proses belajar dan proses penyimpanan memori pada otak kita, keduanya tak sama lho. Menurut American Psychological Association, ketika kita belajar, proses yang kita jalani adalah mendapatkan pengetahuan secara perlahan dan membutuhkan kerja keras otak. Sedangkan, ketika kita membuat memori, proses yang kita jalani terjadi secara instan. Walaupun keduanya saling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Konsep belajar dan memori yang ada pada diri kita dapat diupayakan untuk lebih baik lagi ditingkatkan.  Tidak seperti zaman dahulu, ketika kita selalu belajar, pembelajaran akan tersimpan dalam memori. Menurut penelitian psikolog modern, Jeff Karpicke, ketika ingin mempelajari suatu hal, termasuk meningkatkan kapasitas memori, kita perlu selalu melakukan tes pada diri kita. Artinya, adanya pengulangan materi pembelajaran yang ada, tanpa terlalu disuguhi materi, akan mendorong ingatan kita melalui uji kemampuan.

Menurut Jeff Karpicke, doktor dari Universitas Purdue, ketika seseorang mempraktekkan pengambilan memori saat mereka belajar, mereka mempraktikkan keterampilan yang sama dengan yang mereka butuhkan untuk mengingat informasi tersebut di tes nanti. Hanya saja, ingatan yang ada di memori lebih kuat jika kita telah melakukan hal-hal yang ada dalam ingatan tersebut berulang kali. Makanya, dengan adanya ujian berulang-ulang ketika sekolah setelah melalui proses belajar akan membuat kita menguasai ilmu pengetahuan terkait. Walaupun ada hal-hal tertentu yang merusak proses masuknya pengetahuan ke dalam memori kita, misalnya ketika kita panik, selalu semangat menambah kapasitas otak kita, ya!

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 47