Worries dan Anxiety: Kakak Beradik Dalam Satu Tubuh

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 15 Mei 2017
Worries dan Anxiety: Kakak Beradik Dalam Satu Tubuh

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cemas diartikan gelisah atau tidak tenteram hati karena khawatir, takut; sedangkan khawatir diartikan takut, gelisah, cemas, terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Seringkali kita mengaggap keduanya memiliki makna yang sama dan dapat dipertukarkan seiring dengan translasi baku Bahasa Indonesia. Padahal, dalam tata Bahasa Inggris khawatir (worry) dan cemas (anxiety) memiliki makna yang berbeda, lho. 

Khawatir (worry) dialami oleh seseorang lebih fokus pada apa yang ada di pikirannya dan bersifat spesifik pada suatu ancaman khusus, misalnya khawatir akan tertinggal pesawat. Sedangkan cemas (anxiety) dialami seseorang lebih mendalam pada tubuh, terasa hingga ke seluruh tubuh kita dan berasal dari permasalahan yang bersifat umum. Menurut Guy Winch, seorang doktor psikologi dari New York, ketika seseorang merasa khawatir, seseorang berfokus pada bentuk kata-kata yang ada. Ketika seseorang merasa cemas, ia tak hanya berfokus pada bentuk kata-kata tetapi meresap sampai ke pikirannya hingga hal tersebut membayangi dirinya dan memicu respons sistem kardiovaskular untuk bertingkah abnormal. 

Seseorang yang mengalami kekhawatiran akan cenderung memikirkan solusi dan strategi efektif untuk menghadapi ancaman situasi. Ia pun dapat dengan cepat menyelesaikan masalah yang sudah terfokus, karena masalah yang menimbulkan kekhawatiran tersebut lebih mudah untuk diatasi. Namun, ketika seseorang mengalami kecemasan, ia tidak dapat membawa dirinya untuk memecahkan masalah dan dapat terkena tekanan emosional yang parah karena hal tersebut. 

Dari berbagai permasalahan, orang yang mengalami kecemasan memiliki masalah gangguan kinerja serta lebih memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya. Akibatnya, ia memerlukan pengobatan akan kondisi kecemasannya. Sedangkan, menurut Kate Sweeny, seorang profesor dalam jurnalnya yang berjudul Social and Personality Psychology Compass, kekhawatiran cukup dibutuhkan sebagai letupan motivasi kita untuk lebih baik lagi mempersiapkan suatu hal, terutama dalam aspek pencegahan demi menghindari kesakitan dan kecelakaan. Sekarang sudah jelas kan, sob, mana yang harus dihindari dari dua kakak beradik ini?

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

 

 

 

 

  • view 42