Pencarian kebahagiaan: Serunya Seperti Bermain Lempar Tangkap Bola

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 15 Mei 2017
Pencarian kebahagiaan: Serunya Seperti Bermain Lempar Tangkap Bola

Bahagia adalah satu hal yang selalu manusia cari. Banyak manusia melawan zona nyaman dirinya sendiri untuk mencapai kebahagiaan. Walaupun pada akhirnya manusia menyadari, bahagia hanyalah seperti tempat istirahat sebelum mencapai tujuan akhir. Ketika telah mencapai satu kebahagiaan, kita menginginkan beberapa titik kebahagian lain yang dijalani begitu terus sampai waktu kita habis, karena tujuan akhir hidup ini bukan kebahagiaan.

Pepatah pernah berkata, “It is the very pursuit of happiness that thwarts happiness”. Ketika mengejar kebahagiaan, kebahagiaan kita terhalang oleh proses pengejaran kebahagiaan itu sendiri. Hal itu dikarenakan kita terlalu fokus dengan apa yang kita kejar, tanpa membawa kebahagiaan tersebut ketika kita menginginkan suatu hal yang kita pikir adalah kebahagiaan. Viktor Frankl, dalam bukunya tentang “Man’s Search for Meaning”, menjelaskan ada perbedaan antara orang yang berhasil bertahan dengan orang yang tak mampu bertahan ketika rintangan datang ketika mengejar kebahagiaan.

Di mana kira-kira perbedaannya?

Kebahagiaan dalam diri kita ternyata ada ketika kita memahami arti dari sebuah situasi. Bahasa kerennya, we’ve found meaning, even, through the worst situation. Arti hidup yang kita dapat, setelah melalui suatu kondisi, perlu kita resapi dan beri makna dengan hanya memikirkan dan menjalani hari ini. Hari ini, lho, tanpa mengingat hari kemarin ataupun mengharap akan hari esok. Enjoy the moment! Betapapun pedis- pedih dan sadis- nya hari ini atau abstraknya masa depan, hari ini adalah masa dimana perjalanan hidup kita memerlukan makna.

Makna yang kita dapat dari hari kemarin bisa, lho, membangkitkan semangat untuk hari ini. Apalagi ditambah dengan mengingat ada orang lain yang menjalani hidupnya sangat amat keras tetapi tetap dapat memberikan makna untuk dirinya sendiri, bahkan orang lain. Ingat pejuang perang kemerdekaan yang menghadapi kesulitan hidup luar biasa dibandingkan dengan hidup kita saat ini? Kesakitan jiwa raga yang mereka dapat hampir tidak pernah kita rasakan di masa ini. Hadapi rasa sakit yang tiba-tiba menghampiri, ambil makna darinya.

Ingat lagi bahwa kita akan sanggup menghadapi betapapun tidak bahagianya proses mendapatkan kebahagiaan. Kamu satu-satunya, kan, yang bisa melakukan hal unik tanpa orang lain bisa? Dengan menyadari apa yang dapat kita lakukan, menyadari apa yang dapat kita perbaiki, menyadari keunikan diri kita, serta tekun, kita mampu, kok, menghadapi segala hal yang akan datang. Chai yo!

 "Everything can be taken from a man but one thing, the last of the human freedoms -- to choose one's attitude in any given set of circumstances, to choose one's own way"

 

 *Dikutip dari Inc. Southeast Asia

  • view 41