Kreativitas: Nature atau Nurture?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 12 Mei 2017
Kreativitas: Nature atau Nurture?

Manusia memiliki tingkah laku yang ada-ada saja. Bahkan, saking kreatifnya, manusia hampir tak bisa diprediksi akan membuat hal baru apa. Menurut Harold H. Anderson, manusia dikatakan kreatif jika telah masuk pada empat kriteria, yaitu: memang memiliki kreativitas bawaan sejak lahir (nature), memiliki perbedaan dengan individu lain, mampu mengekspresikan dirinya bahkan secara tidak sadar, serta telah memproduksi sesuatu dan telah menikmati proses dari pembentukan suatu hal tersebut.

Berbagai kriteria kreativitas yang dimiliki manusia dari Harold H. Anderson secara tidak langsung menghasilkan kesimpulan bahwa manusia memiliki potensi akan kreativitas dalam hidupnya. Berapapun tingkatan kreativitasnya. Selain itu, sejak lahir, manusia memiliki takdir yang berbeda terlihat dari adanya perbedaan genetika pada masing-masing orang. Kreativitas individu berasal dari adanya berbagai perbedaan bawaan, ditambah dengan masa-masa tumbuh kembang individu tersebut, termasuk ketika terdapat kondisi perubahan di dalam dirinya dengan individu lain.

Banyak orang tidak menyadari kreativitas dirinya. Mereka cenderung melakukan hal kreatif diluar kesadaran dirinya yang berbeda dibandingkan dengan orang lain. Hal tersebut, menurut Harold H. Anderson, merupakan sebuah momentum unik yang perlu dipelihara. Momentum tersebut berisi inspirasi dalam dirinya yang sangat berbeda dengan lingkungan sekitarnya, namun tetap bersifat sinergis-harmonis. Jika belum terasa kalau diri kita adalah orang yang kreatif, cobalah terus asah kreativitas karena kreativitas bisa juga didapatkan melalui proses pembentukan perbedaan yang berasal dari diri kita (nurture). Perbedaan tersebut bisa saja berbasis pengetahuan, latar belakang keluarga, kebiasaan, dan solusi atas permasalahan di sekitar.

Kita telah mengetahui bahwa manusia adalah makhluk unik dengan kreativitas bawaan. Meski begitu, terdapat beberapa kiat untuk meningkatkan kreativitas dalam diri, lho. Caranya adalah dengan memperhatikan apa yang ada di sekeliling kita. Dengan memberikan perhatian pada lingkungan kita, kita jadi cermat akan permasalahan yang ada. Selain itu, beranikan diri untuk mencoba mengambil risiko dengan menantang diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Menurut Peggy Wright, ketakutan untuk tidak mengembangkan diri sendiri merupakan penghambat kreativitas. Berikanlah petualangan baru bagi panca indera kita setelah beberapa lama berkutat dengan rutinitas klasik yang kita miliki. Jika belum berkesempatan untuk berpetualang, naikkan tingkatan keterampilan yang kita miliki untuk menciptakan kreativitas baru di bidang yang kita kuasai. Let’s start it now!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

 

  • view 61