Semangat Anak Rantau!

Eni Rahayu
Karya Eni Rahayu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Mei 2017
Semangat Anak Rantau!

Dek, kali ini aku ingin mengingatkan mu sesuatu. Barangkali kamu melupakan hal ini. Sebenarnya ini nasehat yang lama, sangat lama bahkan. Dan ku kira kau sudah mengerti atau bahkan menghafalnya di luar kepala.

Aku ingin mengingatkan mu “belajarlah sekeras mungkin dek, jaga stamina mu, jaga semangat mu, jaga kedekatan mu dengan sang maha pencipta, dan jangan pernah meragukan impian mu”. Mungkin kau akan mencelaku karena dengan mudahnya aku mengatakan hal itu, tanpa tahu bagaimana kerasnya kau menghadapi seorang diri di perantauan sana. Atau mungkin kau hanya akan termanggut-manggut dan menganggap nasehatku hanya angin berlalu. Terlepas dari itu semua, aku yakin kau masih bisa untuk sekadar membacanya. Aku bukan berarti tak menggap mu tidak pernah berjuang selama ini. Aku tahu kamu berjuang. Berjuang menahan rindu yang kerap kali datang tanpa tahu waktu. Rindu akan orang-orang tersayang di rumah, rindu akan masakan orang tua, pun rindu akan suasana kampung halaman. Jauh dari orang tua, dan menajalaninya seorang diri tentu bukanlah hal yang mudah. Aku tahu itu dek, tapi akupun percaya kau cukup kuat untuk menahan semuanya! Kau terlahir sebagai seorang yang kuat bukan?

Kau tahu? Bagi mereka (orang tua mu) kau adalah investasi mereka untuk masa depan. Masa depan mu sangat berarti bagi mereka. Mereka ingin, kau memiliki masa depan yang lebih cerah dari mereka. Dengan itu, mereka mengupayakan pendidikan terbaik untukmu. Mereka tak menuntut mu untuk menjadi nomer satu, mereka hanya ingin kau tak seperti mereka. Mereka ingin kau lebih dari mereka, dan syukur-syukur kau bisa mengangkat martabat kedua orang tua mu.

Oh iya harus kau tahu, mungkin kau seorang diri di perantauan sana. Tapi yakinlah, kau tak pernah berjuang seorang diri. Ada bapak dan ibu mu yang juga ikut berjuang di belakang mu. Mungkin mereka tak seperti kebanyakan orang tua yang kau lihat di layar kaca , yang setiap saat menyakan kabar anaknya apakah sudah makan atau belum, bagaimana keadaannya hari ini, bagaimana dengan pola belajarnya yang jauh dari pengawasan mereka. Mereka simpan semua pertanyaan itu dalam doa-doa mereka dek. Mereka tanyakan langsung kepada sang maha pencipta bagaimana keadaan mu. Mereka tak ingin mengganggu mu atau sederhananya mereka tak terbiasa melakukan hal demikian. Tapi bukan berarti mereka tak menghawatirkan mu. Kekhawatiran mereka sama seperti orang tua pada umumnya. Tentang anaknya yang sedang mengadu nasib dengan memperjuangkan pendidikan di kota sana, tentang mu yang jauh dari dekapan mereka. Terlebih kau anak perempuan, yang mana tanggungjawab mereka besar terhadap mu. Tapi mereka tak pernah menampakan itu dihadapan mu bukan? Itu karena mereka percaya, kau sudah cukup dewasa untuk mengemban tanggungjawab serta amanah yang mereka tujukan kepada mu. Dan mereka percaya inilah waktu yang tepat untuk mu mulai belajar bagaimana kehidupan di luar sana. Mereka tak cukup tega untuk mengurung mimpi-mimpi mu.

Oh iya aku lupa memberitahukan tentang perjuangan yaa. Seperti yang ku bilang tadi, kamu tak pernah berjuang seorang diri. Bapak ibu mu juga ikut berjuang disana. Doa-doa selalu mereka panjatkan baik siang maupun malam. Mereka tak pernah berhenti untuk sekedar berharap putri mereka diberikan yang terbaik, pun begitu dengan masa depannya. Mereka berjuang mengusahakan segalanya untuk mu. Untuk pendidikan mu, untuk kehidupan mu, dan juga untuk masa depan mu kelak. Coba kau hitung umur mu sekarang? Sejauh itu pula mereka telah memperjuangkan mu.

Kini, saat kau berada jauh di dekapan mereka, jangan hianati kepercayaan mereka. Jangan kecewakan harapan-harapan mereka. Jangan mengira karena mereka berada jauh dalam pandangan mu kau bisa berbuat sesuka hatimu. Tentu kau tak lupa Allah selalu bersama mu bukan? Belajarlah dengan giat dek! Belajar apapun itu. Berusahalah sekeras mungkin, jangan pernah sia-siakan masa muda mu. Peluk erat mimpi-mimpi mu, dan jangan pernah sekalipun meremehkannya. Kau tahu “Kau lebih kuat dari kau yang kira”, karena doa bapak ibu mu selalu mengiringi mu dimanapun kamu berpijak. Semangat yaa! Jadilah orang yang bermanfaat bagi sekitar mu ya! Ingat sebaik baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya.

Selamat berjuang! Oh iya ada sebuah lagu nih untuk menemani mu berjuang

  • Di balik Gunung –

Seandainya kau tahu bahwa kau sungguh berharga

Kau bisa jadi apa saja

Asal kau berupaya

 

Seandainya kau tahu apa doa ayah dan bunda

Tak mungkin samapai engkau tega

mematahkan isisnya

 

Teruslah bergerak hingga rasa lelah

Sendiri kelelahan mengikutimu

 

Sebab nanti suatu hari

Kau akan tersenyum setiap pagi

Menikmati jerih diri

Dan segala yang telah kau lalui

 

Sebab nanti suatu hari

Kau punya cerita tuk dibagi

Tentang mimpi yyang tak pasti

Namun kau membuatnya terjadi

 

Belum saatnya berhenti

Ayo terus mendaki

 

Sudah tak jauh lagi

Ayo terus dekati

Semua mimpi

 

Seandainya kau tahu apa

Dibalik gunung sana

Terhampar padang bunga-bunga

Kau akan bahagia

 

Seandainya kau tahu bahwa

Anak-anak mu kelak

Inginkan sebuah cerita pahlawan dihidupnya

Teruslah bergerak

Hingga rasa lelah

Sendiri kelelahan mengikutimu.

 

 

-Depok 19 Mei 2017 -

  • view 141