Terimakasih Jarak, darimu Aku Belajar Banyak

Eni Rahayu
Karya Eni Rahayu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 September 2016
Terimakasih Jarak, darimu Aku Belajar Banyak

                  Ayah, Ibu, Adek sengaja kutuliskan ini untuk kalian. Rindu yang sering kali sulit terucap dari mulut ini.Rasanya, lebih mudah mengucapkan rindu kepada seorang kekasih, dari pada mengucapkan rindu terhadap kalian.Ah, betapa bodohnya aku akan hal ini.


               Tapi, percayalah yah, bu, dek kalian tetap muara cinta dan kasih sayang terbesar dalam hidup ku. Tanpa cinta dan kasih sayang yang kalian curahkan, aku tak bisa melangkah sejauh ini.Aku bukanlah apa-apa tanpa usaha dan kerja keras kalian.


               Ayah, ibu, adek kini kusadari betapa jarak sebenarnya sangat penting dalam membangun dan mempertahankan sebuah perasaan. Namun, jarak juga mengajarkan kita bagaimana sebenarnya kerinduan itu bisa muncul, serta mengingatkan kita betapa mereka sangat berharga dalam hidup kita.Yang acapkali sering terlupakan saat kita sedang bersama mereka.Atau barangkali kita saja yang kurang memaknai akan kehadiran mereka saat kita berada di tengah-tengah mereka.


               Kini, jarak juga mengajarkan ku bahwasannya kalian sangat berharga dalam hidupku.Dan aku merindukan hal-hal sederhana yang setiap hari kita lakukan,dimana dulu dengan mudahnya bisa kita lakukan.Bukan seperti saat ini, dimana aku dan ayah harus meninggalkan ibu serta adik di rumah demi perjuangan untuk pendidikan ku. Terimakasih untuk kalian atas semua pengorbanan untuk putri sulung mu ini.

                 Maafkan juga, dulu aku mengira dengan merantau akan menyenangkan. Karena dengan itu akan membebaskan ku dari ocehan ibu yang setiap hari tak pernah absen di telinga ku.Rasanya ada saja hal yang salah dari diri ini, hingga setiap hal kecil saja ibu selalu mengomentarinya. Dan juga dari raut muka ayah saat tak setuju dengan apa yang ku lakukan, dan sesekali amarahnya terlihat jelas, dan saat benar benar memuncak mereka bisa saja mendiamkan ku.Serta aku bisa terhindar dari rengekan adek yang setiap hari selalu memintaku untuk melakukan hal –hal sederhana, namun entah mengapa tersa sangat menyebalkan.

                 Nyatanya aku salah.Aku salah besar akan hal itu.Aku justru merindukan semua nya.Aku merindukan omelan ibu, perdebatan kecil dengan ayah, serta rengekan adek yang kini tak bisa kudapatkan setiap hari. Kini, aku tak bisa setiap hari melihat secara nyata wajah kalian, meski kusimpan beberapa foto kalian di galeri hp ku sebagai obat penawar rindu.
Kini, tak ada suara ibu yang selalu mengingatkan ku untuk sekedar makan di pagi hari setiap akan berangkat sekolah, tak ada ayah yang sering marah ketika aku telat berangkat sekolah.Tak ada makanan kecil yang jadi bahan rebutan dengan adek.

                  Dan kini aku belajar memahami betapa bersama kalian adalah hal yang sangat berharga yang kuterima dalam hidup. Aku berterimakasih karena Tuhan masih mengizinkan ku menikmati semuanya bersama kalian.Doakan aku yang terbaik untuk apapun yang saat ini sedang ku lakukan. Doakan aku bisa menjadi anak yang membahagiakan kalian baik untuk saat ini maupun kelak di masa depan. Terimakasih untuk semua pengorbanan yang telah kalian upayakan untuk ku.Jaga kesehatan kalian untuk ku. Aku masih ingin tumbuh tua bersama kalian.

                  Dan yang terakhir, terimakasih Jarak. Karena mu aku belajar memaknai setiap mereka yang hadir dalam hidup ku.Yng selama ini sering kuabaikan keberadaan nya dan jarang sekali memaknai nya.

Sekali lagi, Terimakasih jarak, dari mu aku belajar banyak.

Depok, 2 September 2016
22.13 Asrama Mahasiswa UI


  • Eni Rahayu
    Eni Rahayu
    10 bulan yang lalu.
    wah iyakah mba? alhamdulillah jika tulisan saya mewakili perasaan mba

  • Widia Kusuma Wardani
    Widia Kusuma Wardani
    10 bulan yang lalu.
    Tulisan mbak sedang saya rasakan skrg, saya buka inspirasi.co sengaja untuk menuliskan kerinduan saya terhadap keluarga saya. dan kebetulan saya membuka ini, kita senasip toh mbak