Kelakarmu Sore Itu

Langit Senja
Karya Langit Senja Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 September 2016
Kelakarmu Sore Itu

Sore itu, saat kita menapaki pematang sawah kau berkelakar tentang, lagi-lagi pernikahan...

“Ih Neng, kira-kira Kinang tau gak ya calon suami Neng nanti orangnya yang mana? Ah tapi kalo anak UPI mah gak akan kenal deh kayaknya.” Katamu tiba-tiba

“Maksudnya?” ah dia berkelakar apalagi ini, pikirku heran

“Iya, nanti calon suami neng kira-kira orang yang Kinang kenal juga nggak gitu? Eh tapi Neng gak ada ikut mentoring gitu ya di Sukabumi mah?” tanyanya lagi tambah panjang.

“Hmm iya gak ada ikut mentoring disini mah, kalo di kampus mah iya. Kenapa sih nanyanya gitu?”

“Nggak apa-apa, pengen tau aja, biasanya kan suka di kenalin lewat mentoring gitu ya?”

“Aduh, aduh Kin, kamu kenapa sih pertanyaannya aneh-aneh deh.”

“Aneh gimana? Wajar kali, hehe bener kan?”

“Gak usah nebak-nebak apalagi nyerempet-nyerempet kesana deh, kalo udah ada dan pada waktunya juga pasti aku cerita. Sekarang mah fokus perbaiki diri aja.”

“Tapi kalo misalnya udah wisuda nanti terus ada yang ngelamar emangnya Neng udah siap?”

“Duh makin menjadi nih pertanyaannya, haruskah aku jawab?”

“Ya iya lah, kan aku nanya ih.”

“Gak tau ah.” Jawabku kesal, tapi campur bingung

“Yeee jangan ngambek gitu dong, kan Cuma nanya.”

“Itu pertanyaan yang, tidak perlu aku jawab juga kamu udah tau jawabannya meureun.”

“Wahaha berarti siap ya? Emm cieee cieee.” Dan dia tertawa renyah sekali, puas banget deh menggodaku.

-Seketika hening-

Aku mendengus sebal. Ada apa sih dengan anak ini, seharian ini kok jadi nyebelin sih? Nanyain hal aneh-aneh pula. Huft. Kalau kau ingin tau apa pendapatku, maka aku katakan bahwa soal jodoh itu adalah rahasia Allah, namanya juga rahasia jadi tidak ada yang tahu kapan ia akan datang, apalagi berani menyatakan waktu persisnya. Dan masalah jodoh itu tidak sama dengan lomba lari, siapa cepat dialah yang juara. Tidak sesederhana itu.

Dan kalau kau ingin dengar apa jawabanku jika ditanya seperti itu maka, siapapun pasti ingin segera dipertemukan dengan kekasih halalnya, teman hidupnya, atau apalah sebutan lain dari sosok bernama pasangan (baik itu suami maupun istri). Siapapun yang sejatinya sudah baligh dalam syari’at islam sudah bisa dinikahkan. Perkara kapan dan dimana jodoh itu kita temukan itulah yang tidak bisa kita prediksikan.

  • view 164