Pernikahan Yang Kacau

Endro Supraptono
Karya Endro Supraptono Kategori Filsafat
dipublikasikan 13 Januari 2017
Pernikahan Yang Kacau

Mendirikan sebuah gedung yang tinggi memerlukan persiapan yang sangat matang, detail yang akurat, dan tanah yang luas. dibutuhkan beberapa ahli agar sebuah gedung dapat berdiri kokoh menjulang. Pernikahan seharusnya juga sama. salah menghitung sedikit bisa membuat gedung miring kemudian roboh. kenapa proses pernikahan tidak dihitung?
bukankan setiap orang punya sifat-sifat dasar, karakter bawaan, kebiasaan-kebiasaan baik dan buruk yang di lakukan secara terus-menerus dalam waktu yang lama. itu semua  harus dihitung dan dipertanggung jawabkan. angka perceraian di jakarta dan jawa barat relatif tinggi dibandingkan tempat asalku jawa tengah. saya melakukan penelitian secara mendalam, melibatkan beberapa macam kitab klasik yang sudah kubaca yang sebagian besar isinya sangat menarik. yang cukup menyita perhatianku adalah rumusan perjodohan dari jawa. bagaimana menghitung rumus hari lahir (weton) yang dikombinasi dengan rumus perjodohan (neptu). kemudian menghasilkan beberapa kemungkinan dari hasil-hasil pernikahan berdasarkan karakteristik masing-masing individu. sangat sistematis dan mengherankan. nama kitabnya primbon Jodoh, saya mulai mempelajari dan mulai menghitung-hitung sebagai ilmu pengetahuan. selebihnya males ngetik,

  • view 67