cicak di sudut jendela

endah dwi jayanti
Karya endah dwi jayanti Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 23 Januari 2016
cicak di sudut jendela

Hari ini ulang tahun kita. Seharusnya tidak ada saput kelabu di dalam matamu. Kau bilang engkau baik-baik saja. Aku tak ingin mencampuri kelabu disana dengan mulut berbusa menghiburmu, maka aku mengiyakan dan berlalu mengambil segelas air putih kemudian pergi ke ruang membaca. Berpura-pura percaya untuk kesekian kalinya. Sebelum membuka pintu dan keluar dari ruang itu, aku menoleh dan melihatmu sedang menatap cicak di sudut jendela dengan tatapan kosong. Baiklah, akan kubiarkan cicak itu menghiburmu sembari berdecak pelan. Aku menutup pintu dengan pelan dan berjalan cepat ke ruang membaca, aku tidak tahan untuk menahan tangis lebih lama lagi.

?

Maka selama bermenit-menit berlalu dalam isak di ruang warna-warni itu. Aroma kayu pinus dari lemari buku yang baru bercampur dengan aroma buku-buku kumal, mengingatkan aku pada saat terakhir kalinya mendengar hembusan nafasnya. Begitu tenang hingga suara angin musim panas terdengar nyaring. Dia pergi dengan tenangnya setelah bertahan selama satu bulan. Mungkin memang sudah waktunya. Tak ku tangisi sama sekali kepergiannya, aku hanya takut mengusik tidurnya hingga dia kembali terbangun dalam pesakitan.

?

? sayang??

?

Aku menoleh tanpa sempat menghapus jejak-jejak airmata. Ah mengapa engkau tak mengetuk dulu hingga tega membiarkan ku terlihat begitu ringkih di depanmu. Engkau tertegun dan seperti tidak siap mendapatiku menangis. Engkau berjalan mendekat dan merengkuhku dalam pelukanmu.

?

? tak apa. Menangislah sebisa engkau menangis. Aku tahu betapa sulitnya untuk menahannya lebih lama lagi. Menangislah jika memang sesakit itu. Aku akan disini?

?

Saat itu matamu sudah tidak kelabu, tapi menghangat dan kembali seperti sebelum kita memilikinya. Engkau telah kembali dari kelanamu. Mungkin dia titip pesan melalui cicak di sudut jendela untuk mengingatkanmu kembali. Masih ada aku disini yang belum pergi.

?

find more: endahdjs.blogspot.co.id

  • view 151