bertambah usia bersama pepatah “lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikann

endah dwi jayanti
Karya endah dwi jayanti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Juni 2016
bertambah usia bersama pepatah “lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikann

hari kelahiran merupakan salah satu pertanda kamu adalah benar-benar manusia. setiap ada hari kelahiran datang, berbagai adat perayaan kejutan dan kawanannya datang menyerbu untuk mengingatkan lagi kamu pernah melewati gerbang antar dimensi dengan sukses dan membawa pesakitan baru bagi orang-orang di sekitarnya.
 
beruntunglah para manusia yang lahir pada tanggal-tanggal strategis sehingga mereka dapat merasakan perayaan. tanggal-tanggal startegis ini bervariatif tergantung dengan hari libur di negara masing-masing hingga kurikulum pendidikan yang menyertakan tahun akademik ajaran baru. saya beri contoh tanggal-tanggal strategis di Indonesia. sebut saja bulan-bulan aktif KBM (kegiatan belajar mengajar) akhir semester. kenapa saya sebut bulan-bulan seperti maret april mei itu strategis? yaiya wong biasanya teman-teman dekat masih berkumpul bersama dan kemungkinan besar perayaan hari kelahiran akan di rancang semengejutkan mungkin. kalaupun sistem acak kelas setelah Ujian Kenaikan Kelas diberlakukan, toh di semester akhir setiap jenjang kelas, pasti mereka sudah memiliki teman sekelas yang super dekat sehingga hal se umum hari kelahiran pasti tahu. anak baru kelas satu juga sudah lengket dengan teman sekelas mereka yang sudah tidak lagi baru di semester akhir kelas satu. mereka yang sudah kelas tiga pun masih ngumpul karena belum terima ijazah dan malah tanpa beban sekolah lagi, perayaan hari kelahiran semakin asyik.
 
mungkin saya adalah salah satunya yang tidak beruntung. saya lahir di bulan-bulan tahun ajaran baru dimulai, malahan kadang masih libur sekolah. lahiran di bulan agustus menurut saya tidak disarankan bagi pengantin baru karena berdampak pada anak mereka yang jarang sekali merasai perayaan mengejutkan nan asyik akibat kejutan-kejutan dari teman sebaya. saya merasakan langsung, setiap hari kelahiran saya datang, saya adalah murid baru entah SMP, SMA, atau kuliah. boro-bere ada yang memberikan perayaan, tahu pun tidak, kenal saja belum. setiap kenaikan kelas datang, kelas akan di rolling dan saya kembali tidak memiliki teman dekat di kelas baru. teman dekat di kelas sebelumnya? duh sudah sibuk beradaptasi dan mencari teman sebangku. apalagi kelulusan kelas 3. saya sudah benar-benar ditinggalkan dan selalu merasakan hari kelahiran di “negeri orang”. iyalah wong sudah pindah dari “negeri” sendiri. jangan harap orang rumah akan merayakan. hari kelahiran adalah pelengkap akta, sama tidak spesialnya dengan tanggal ditanda tangani akta.
 
tapi, it makes me stronger and thankful. saya rasa ada gunanya saya lahir di bulan-bulan tanggung. saya selalu berkesempatan melihat belalang baru di ladang yang lain, melihat ikan-ikan yang berbeda di lubuk yang baru saya tempati. seperti sebelumnya, tahun lalu saya mendapati hari lahir saya bergulir bersama langit dan udara panas kota demak. Tuhan kirimkan hadiahNya berupa pengalaman baru di negeri orang. hadiah kue bagi saya masih kalah jauh dibanding hadiah pengalaman yang Tuhan berikan kepada saya. tak jadi masalah saya tumbuh tanpa toet-toet sempritan ulangtahun, tiup lilin dan balon-balon. asal masih ada Tuhan yang mengajari saya mahalnya sebuah pengalaman, sulitnya keikhlasan dan manisnya telepon ibu bapak yang sederhana dengan ucapan ulangtahun alakadarnya (tapi penuh cinta sejauh bulan ke bumi bolak-balik 798 kali).
 
dan tahun ini, meskipun masih belum pasti saya akan berada di mana, dapat dipastikan saya akan mengulang hari kelahiran dengan ladang dan lubuk yang benar-benar berbeda. saya bersyukur, meski seperti biasa tidak ada yang tahu saya sedang menikmati hari lahir, tapi saya dalam hati cekikikan sendiri, lucu ya saya sudah nambah tua, bernostalgia dengan dimensi rahim ibu sambil menikmati raut-raut asing, udara asing, budaya asing, mungkin suatu saat nanti (semoga) bahasa asing. sama seperti pertama kali dulu hadir di dunia dimensi ini.
 
 
tembalang, 10 juni 2016
 
 
 

  • view 209