untukmu

endah dwi jayanti
Karya endah dwi jayanti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 April 2016
untukmu

Semalam, engkau datang kembali setelah bermalam-malam aku bermimpi yang tidak berarti. Engkau datang menjelma menjadi seorang kekasih hati namun lagi-lagi aku terbangun tanpa bisa mengingat lekuk rahangmu dan tajam matamu. Selalu seperti inikah misteri tentangmu kekasih?

Kadangkala di riuh kerumunan manusia aku mereka-reka, adakah kamu diantara sorot mata berjuta pasang di sana?ini bukan tulisan penghibur para pencari sastra, ini adalah pesan kerinduanku untukmu yang kesekian kalinya. Sayang, di malam sepi kadang aku terbangun dengan mata kosong, menatap tirai yang tersibak halus oleh angin, disanakah kamu titip hangatnya pelukan? Mau sampai kapan angin menjadi perantara kasih sayangmu?

Mencecapmu lewat mimpi

Terjauh yang sanggup kujalani

Benar adanya. Bergulirlah waktu, pertemukanku pada muara kerinduan ini. tersangka atau yang disangka, pelaku yang selalu menitip buaian pada gerimis siang malam. Bahu yang belum bertemu, tatap tajam yang belum pernah saling menikam, rengkuh pundakku yang sudah aku rasakan bahkan sebelum kita dilahirkan.