Wanita Mandiri

Emme Nia
Karya Emme Nia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Februari 2018
Wanita Mandiri

Ketika mendengar kata 'wanita mandiri', apa yang terlintas dalam benak kita?

Kalau yang biasa -setidaknya- saya sendiri dengar di masyarakat, label wanita mandiri itu seringkali dinobatkan kepada mereka yang bisa mencari penghasilan (baca: uang) sendiri.

Wanita harus mandiri, wanita harus mandiri. Jangan hanya bergantung pada suami. Jangan CUMA ngandelin gaji suami.

Padahal, jangan lupa bahwa mengasuh anak sendiri juga merupakan bentuk kemandirian.

Jangan lupa bahwa mengasuh anak sendiri juga merupakan bentuk kemandirian.

-Emme Nia-

Coba deh tengok definisi kata 'mandiri' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia: "dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain."

Nah, berarti yang namanya kemandirian itu ada banyak aspeknya. Tidak hanya dalam hal finansial. Memasak sendiri menu untuk keluarga, membereskan rumah sendiri, mengasuh anak sendiri, apa bukan mandiri tuh namanya? ???? Dan, bukankah ketika kita melatih kemandirian terhadap anak, yang kita terapkan adalah anak belajar makan sendiri, berpakaian sendiri, mencuci piring dan pakaiannya sendiri, membereskan kamar sendiri, jauh sebelum kita ajarkan mencari uang sendiri.

Jadi Moms yang bekerja di ranah domestik (biasa disebut Ibu Rumah Tangga) nggak perlu galau atau minder kalau disebut nggak mandiri.

Namun di antara berbagai macam aspek kemandirian, saya rasa kemandirian yang paling penting untuk dimiliki para wanita adalah kemandirian menentukan pilihan.

Kemandirian yang paling penting untuk dimiliki para wanita adalah kemandirian menentukan pilihan.

-Emme Nia-

Ya, mandiri dalam memilih: mau bekerja di ranah domestik (Ibu Rumah Tangga) atau bekerja di ranah publik (Wanita Karir), mau lahiran normal atau operasi caesar, mau memberikan ASI atau sufor, anaknya divaksin atau tidak, mau menggunakan Asisten Rumah Tangga (ART) atau tidak, mau pakai cara spoon feeding atau baby-led weaning (BLW), dan pilihan-pilihan lain dalam hidup sampai masalah sepele mau pakai baju apa ke kondangan nanti ????

Apapun pilihan Anda Moms, putuskanlah berdasarkan hati nurani, dan ridho suami. Bukan sekadar ngikut opini seisi bumi. Ini penting sekali agar nggak gampang galau kalau melihat ibu yang berbeda pilihan, dan nggak gampang emosi kalau ada yang nyiyir.

Asli rempong Moms, kalau mengharap ACC dari semua orang. Kalau kata Dilan mah, "Kamu nggak akan kuat!" ????

Oh ya, yang terakhir... Jangan lupa bahwa semandiri-mandirinya wanita, bukan berarti bisa hidup sendiri tanpa lelaki ya. Karena, wanita dan lelaki itu satu paket. Buktinya, mana bisa kita mengandung dan melahirkan, lalu menyandang gelar agung sebagai 'ibu', jika tanpa lelaki? ???? That's why dalam penjelasan di atas, saya tetap menyertakan ridho suami di samping keputusan pribadi dalam hal menentukan pilihan ????

***

Banjarmasin, 12 Februari 2018

-Emme Nia-

 

*Sumber Gambar: https://thoughtcatalog.com/dia-felice-balweg/2015/02/10-things-you-should-know-about-20-something-independent-women/

  • view 80