Cinta Denting Piano

Emme Nia
Karya Emme Nia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Mei 2016
Cinta Denting Piano

 

Kalau Allah mau, sanguin boleh berjodoh dengan koleris

Ombak yang ramai suka berlarian pun dipertemukan-Nya dengan batu karang nan kokoh membisu, untuk menghibur samudera yang bosan kesunyian.

Kau yang perfeksionis dan aku yang apa adanya.
Kau yang rapi dan aku yang acak

Bersamamu, romantisme bukan surprise tengah malam di hari lahirku. Bukan pula buket mawar putih yang menyembul di tanganmu saat kusambut di pintu sore. Ah, terlalu sempit makna romantis yang kubangun selama ini. Hingga kumengenalmu.

Romantisme kini adalah ketika kau sambil menahan kantuk di ujung malam, setia mendengar cerita harianku.
Romantisme adalah kau membisu mendengar keluh lelahku, namun esoknya membantu pekerjaanku lebih banyak lagi sebelum ke kantor.
Atau saat kita bersama menertawakan produk gagal dapurku
Dan saat kau berkata, "Kamu istirahat aja, biar aku yang nyetrika besok." Sungguh itu jauh lebih puitis ketimbang ribuan puisi yang pernah datang.

Kusyukuri perbedaan antara kita
Biar kau dan aku seperti piano dan dentingnya; beda namun tak berjarak.

Aku tak mau percaya kata orang bijak, "lelaki yang mencintaimu takkan menyakitimu"
Kadang Allah takdirkan kau bersalah, untuk menguji cintaku dalam kemampuan memaafkan
Sebab kupercaya Tuhan tak pernah salah,
pun saat Ia satukan kita.

 

Banjarmasin, 6 Mei 2016

-Nia Tania-