Surat Cinta Untuk Raja Salman

Elza Taher
Karya Elza Taher Kategori Agama
dipublikasikan 25 Februari 2017
Surat Cinta Untuk Raja Salman

Subhanallah... Allahuakbar…Melihat pesawatnya, jumlah rombongan dan  fasilitasnya harus diakui yang mulia raja Salman dan keluarga ibnu Saud ini kaya sekali, super kaya. Bahkan lebih kaya dari pemimpin negara maju  sekalipun. Bayangkan jumlah rombongannya saja 1500, pesawat yang menyertainya  hampir sepuluh. Melihatnya di teve rasanya ngiler. Surga yang diceritakan berbagai kitab suci mungkin kalah mewahnya .

 

Jika saja Salman hidup dalam  negara yang menganut tradisi demokrasi, dimana rakyat punya hak berbicara termasuk berbicara mengenai laku dan akhlak pemimpinnya, mungkin saat pulang kampung Raja Salman ini harus lengser karena telah menghambur-hamburkan uang rakyat. Tapi syukur Alhamdulillah, raja ini hidup dalam tradisi kerajaan dimana rakyat tak punya hak bicara  atau tradisi mengritik gaya hidup pemimpin haram hukumnya. Para anggota dewan atau pejabat publik yang suka nyolong yolong plesiran keluar negeri dengan biaya negera boleh iri. Mereka pakai dana negara tak seberapa, cuma bawa isteri dan keluarga satu, tapi begitu ketahuan habis di bully.  Kasihan deh..

 Muncul pertanyaan lain dalam pikiran saya: apakah raja Salman ini tak merasa “miris” atau “risih” menampilkan kemewahan itu secara telanjang kepada dunia, sementara banyak rakyat di negara Islam hidup dalam kemiskinan yang amat sangat, baik  karena peperangan maupun karena faktor alam, sementara banyak penduduk muslim terlunta lunta kabur dari negaranya karena perang saudara tak berkesudahan. Apakah sebagai penjaga tanah suci, beliau ini tak punya sedikit empati dengan tidak menampilkan semua kemewahan itu kepada dunia luar.  

 

 Apa lagi, maaf yang mulia, semua kemewahan itu didapat bukan karena kerja keras tapi lebih karena monopoli keluarga yang atas kekayaan di Arab Saudi. Apa lagi kekayaan itu diambil dari sekian keuntungan yang  sebagai penjaga tanah suci, dari jutaan umat muslim seluruh dunia. Jika saja itu muncul karena prestasi, karena kerja keras, maka itu tak masalah, meski tetap saja tak patut untuk dipertontonkan.

 Mungkin Raja Salman ini perlu bertemu dan dialog dengan orang orang kaya dunia, bahkan lebih kaya dari keluarga Ibnu saud, seperti Mark Zuckerberg atau Bill Gates atau banyak filantropi lain. Orang ini kaya sekali, merintisnya lewat kerja keras, tapi rendah hati dan hidup sederhana. Super kaya tapi mendonasikan sebagian besar kekayaannya kepada orang yang membutuhkan, sementara mereka pergi kemana mana tak bedanya dengan rakyat kebanyakan.  Tentu saja saya lebih suka kalau  raja  Salman ini juga pergi ke Tanah Abang atau tempat tempat pengungsian, bukan plesiran mencolok ke Bali..

 Meski demikian, selamat datang raja Salman. Kedatanganmu dengan jumlah bantuan yang banyak itu patut diucapkan jempol. Jumlah bantuanmu cukup besar, semoga saja tak disunat oleh pejabat pejabat korup di negeri ini.. Bukan apa apa. Kelakuan pejabat disini kurang lebih sama lah dengan kelakuan pejabat di negeri yang mulia hehe

 Tahun 2024, saya akan datang ke negerimu sebagai jamaah haji. Mendaftar tahun 2011 lalu, dapat kloternya  tahun 2024 nanti. Sampai ketemu ya disana.

Pondok Cabe  25 Februari 2017

 

Elza Peldi Taher

 

Dilihat 760