Perlukah bersedekah kepada Pengemis?

Elza Taher
Karya Elza Taher Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Februari 2016
Perlukah bersedekah kepada Pengemis?

Pagi ini saat santai bersama kucing dan ikan peliharaan di rumah, tiba tiba ada pengemis datang meminta sedekah. Pakaiannya kumal, wajahnya memelas. Dengan halus saya tolak.

Saya memang jarang, atau lebih tepatnya, memilih untuk tidak memberi sedekah kepada pengemis baik di jalan raya, di lampu lampu merah yang banyak di Jakarta atau yang datang ke rumah. Wajah mereka memang memelas, agaknya sengaja dipoles, sehingga memunculkan rasa iba. Tapi, seperti kita semua tahu, semua pengemis cuma bagian jaringan mafia pengemis. Mereka ada yang mengorganisir. Saya ragu apa masih ada pengemis yang bergerak sediri diluar kendali mafia itu.

Mereka dikendalikan oleh mafia yang menghidupi mereka dan menyediakan tempat tinggal mereka. Memberi sedekah pada pengemis sama saja dengan mendukung munculnya mafia yang sebenarnya menjadikan pengemis sebagai alat pemerasan. Uang yang kita berikan hanya sebagian kecil yang sampai ke mereka. Memberi kepada pengemis secara tak langsung melanggengkan penindasan kepada mereka. Juga, tak semua pengemis itu kaum miskin. Dalam beberapa kasus banyak dari mereka orang berada di kampungnya.

Kalau mau sedekah saya kira lebih baik memilih orang yang membutuhkan yang ada di sekitar kita. Pasti ada dan jumlahnya pasti banyak. Cek saja ke kelurahan data orang miskin yang layak membutuhkan bantuan pasti tersedia. Membantu mereka jauh lebih bermakna dan bantuan kita tepat sasaran, ketimbang memberi kepada pengemis di jalan raya.

?

Pondok Cabe 2 Februari 2016

?

Elza Peldi Taher

  • view 2.8 K