Way Of Life

Elviqi
Karya Elviqi  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 01 Mei 2016
Way Of Life

Setelah pulang Ujian Tengah Semester di kampus tercinta, saat itu saya sedang duduk istirahat di kos sembari memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang untuk biaya-biaya hidup dan biaya pendidikan. Lalu, terbayang harus membuat jadwal aktivitas setip hari agar kegiatan sehari-hari bisa terkoordinir dengan baik dan juga menulis biaya-biaya yang telah saya habiskan selama kuliah di Bandung. Tentu saja sebagian besar biaya-biaya dari kedua orang tua dan saya anggap itu adalah hutang yang harus dibayarkan suatu saat nanti.

Sebelumnya, perkenalken nama saya EL saya seorang Laki-Laki lahir pada tanggal 22 Oktober 1994, daerah asal Lombok Timur, saya lulus Diploma Tiga pada salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Mataram Lombok dan saat ini sedang melanjutkan pendidikan Strata Satu di Bandung.

Awalnya saya tidak memiliki niat besar untuk melanjutkan kuliah, karena pada saat itu saya tidak ingin merepotkan orang tua untuk membiayai, jadi saya putuskan untuk melamar pekerjaan pada perusahan-perusahaan BUMN dan menunggu beberapa pengumuman.

Setelah sekian lama menunggu, namun tidak ada satupun yang berhasil, rasanya sama seperti cinta di tolak “sedih sekali”. Rasa kecewa, berkecil hati, rasa putus asa pun mulai ada mengelilingi hidup setiap harinya.

Saya memang salah karena terlalu pilih-pilih perusahaan untuk bekerja. Saat itu saya hanya memilih perusahaan BUMN saja dan pada akhirnya menyesal tidak mencoba melamar di perusahaan swasta, karena waktu itu banyak perusahaan swasta yang membuka lowongan pekerjaan.

Pengalaman pahit rasanya memang sangat menekan kepala, dan pada suatu hari timbul pemikiran untuk melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri dengan modal sendiri. Modal pertama yang timbul di pikiran saya adalah menjual sepeda motor untuk biaya awal, modal kedua memperguankan Ijazah Diploma Tiga untuk kerja sampingan dan modal ketiga yang harus ada yaitu Mental Yang Kuat dan Semangat Yang Besar.

Oke kembali ke topik utama yaitu “bagaimana cara mendapatkan uang”, statement itu selalu terdengung di kepala dan saat mau tidur pasti terbayang, saat baru bangun terbayang, saat melakukan apapun itu selalu terbayang, dan yang paling parah lagi saat Solat lima waktu itu pun terbayang.

Masalah saya saat ini adalah bagaimana cara membayar uang kuliah yang begitu mahal ?

Waktu demi waktu, saya mulai medekati salah satu Dosen Terbaik yang pernah saya temui, beliau menurut saya adalah Dosen yang sangat mengerti dengan Kehidupan. Dan sedikit demi sedikit saya mulai menceritakan tentang kehidupan pribadi, menceritakan masalah-masalah yang saya hadapi, dengan rasa sedih dan rasa malu saya terus bercerita, lalu pada akhirnya beliau memberikan nasihat, saran dan motivasi untuk saya, selain itu beliau juga menawarkan saya untuk menjadi asistennya “senagn sekali”.

 

to be continued

  • view 208