cerita perempuan dikursi taman

elsa
Karya elsa   Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 2 bulan lalu
cerita perempuan dikursi taman

Aku mempunyai sebuah cerita seorang perempuan yang kesepian tentang hidupnya. Setiap waktu dia berada dikeramaian disaat itu juga dia merasa kesepian luar biasa, mungkin wajah bisa menipu tetapi hati tidak memilih untuk tersenyum pada orang didepan dia

Perempuan itu tidak mempunyai orangtua, ibunya meninggal ketika dia berusia dua belas tahun, ayahnya? Masih ada, tetapi dia tidak ingin mengenangnya, meskipun dia sering menangis untuk mengingat masa kecilnya. Seperti pada umumnya laki – laki akan memilih untuk menikah lagi setelah istrinya meninggal, entah apa tujuannya. Tetapi yang jelas, perempuan ini tidak tinggal bersama ayahnya, karena tidak ingin berada disana.

Ia berpikir, ayahnya akan menghubunginya tiap waktu atau sekedar menanyai kabarnya setiap minggu, tetapi itu hanya ekspetasinya yang berlebihan,  Ayahnya jarang sekali untuk menghubunginya. Akhirnya ia memilih untuk tidak mengenang ayahnya, meskipun terkadang ia tidak bisa bersembunyi bahwa ia rindu pelukan ayahnya

Seperti yang kubilang, dia amat kesepian tapi bodohnya dia selalu merasa baik – baik saja. Diumurnya yang sedang beranjak dewasa, dia tak pernah sekalipun kencan dengan pria, apakah tak ada yang ingin menjadi prianya? Jawabannya tidak, beberapa pria datang padanya untuk berkenalan atau mengajak pergi bermain, tetapi perempuan ini berkata tidak ingin. Bukan karena tak suka dengan pria ini atau pria itu. perempuan tersebut  tidak ingin memilih untuk patah hati kepada pria lagi setelah beberapa orang laki – laki yang dimana saudara kandungnya mengecewakannya berlebihan. Semuanya mengecewakan, dan semuanya menyedihkan. Itulah yang membuat perempuan itu mundur dari semua hal yang berhubungan tentang cinta. bahkan ia tak ingin menikah sama sekali. Banyak orang yang menasehatinya karena pernyataan tersebut, mereka bilang “ apakah kau tidak punya Tuhan, apakah Tuhan tak mungkin akan membuatmu bahagia ?”

dia selalu bersyukur dengan segala aspek kehidupan yang dia punya, tetapi seringkali dia bertanya apakah Tuhan membiarkannya hidup seperti ini terus –terusan ? diapun kecewa dengan Tuhan, tetapi dia tak bisa mengatakannya, baginya dia adalah manusia berdebu yang dirancang memakai tulang – tulang. Dia tak sebanding dengan Tuhan yang memiliki dunia, bahkan dapat membalikan hati manusia sekalipun.

Hari ini dia merasa kecewa, orang yang berada dihidupnya, membicarakan dia dengan oranglain. Memang sih bukan yang pertama, ini terjadi setiap hari. Orang tersbut akan menceritakan sedetail mungkin kehidupan dia yang sangat menyedihkan, tetapi perempuan itu hanya bisa membungkam mulutnya sendiri untuk melawan. Dia sungguh sedih, karena tak ada orang yang dapat dia percayai hingga hari ini.

Dilihat 36