For life

For life

elsa
Karya elsa   Kategori Renungan
dipublikasikan 24 Desember 2016
For life

Dunia mengapa dirimu begitu lucu, sekaligus mengerikan. Engkau dapat membawaku kemana saja, kedasar Samudera bahkan hingga terlempar keluar bumi. Jarimu merengkuh tubuhku yang lesu dan ringan untuk kau terkam, sampai – sampai aku kehilangan nyawa dan berakhir dialam yang tak kutau.

Hari – hari yang pernah terlewati mungkin sempat membuatmu tertawa terbahak – bahak. Mendengar begitu polosnya nyanyian seorang anak kecil yang tidak mengerti apapun. Tapi, sepertinya anak kecil itu lebih tau, ketimbang orang dewasa yang tidak pernah berkelana kemanapun.

Kedua kaki kecilnya berlari, suara tawanya riang, tetapi pundaknya penuh karung yang besar sehingga ketika dia berlari – lari karung tersebut lepas tapi sayang dia akan mengangkutnya kembali ketika hari telah terik.

Tak apa katanya, dia tetap mencari sesuatu yang dia impikan. Luka di kepalanya ketika terbentur kemarin dilupakannya, kakinya yang luka dibiarkannya, tak sedikitpun dia ingin membungkusnya dengan plester atau mengobatinya disisa - sisah peluh dilehernya.  Yang dia pahami dalam perjalanan ini bahwa separah apapun luka yang dia terima dan pada akhirnya cacat sekalipun, jika sudah mencapai tujuannya dia yakin semuanya akan baik – baik saja. 

Dia masih tertawa seperti dulu setelah Desember tahun keempat berjalan seperti biasanya. Hujan yang membanjiri bumipun tak pernah ia keluhkan. Karena dia tau betul, banyak orang yang menantikan hujan di Bulan itu, walaupun hingga hari ini dia selalu bermain sendirian, bukan tidak mempunyai teman tetapi karena dia benci keramaian dan segala bingar – bingar dunia yang menjelma bagaikan malaikat tetapi hatinya semerah darah.

Untuk Dunia ini, setelah malam hari yang munafik itu telah selesai, tolong berikan kecerian untuknya, Pada Segala nafas yang telah kau renggut dan harapannya yang perlahan – lahan mulai memudar. Jangan ambil segala yang dia punya, karena dia hanya punya sedikit waktu untuk berkelana mengunjungimu.

  • view 222