Mungkinkah Tuhan itu lebih dari satu? Entah itu dua, tiga, atau bahkan empat?

Muhammad Zidni elRusydii
Karya Muhammad Zidni elRusydii Kategori Filsafat
dipublikasikan 21 Januari 2017
Mungkinkah Tuhan itu lebih dari satu? Entah itu dua, tiga, atau bahkan empat?

Mungkinkah Tuhan itu lebih dari satu? Entah itu dua, tiga, atau bahkan empat?

Baiklah, mungkin kita sebagai umat islam mempercayai dan meyakini tentang ketuhanan yang maha esa, Tunggal, berdiri sendiri, tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Tetapi terkadang kita mempercayai dan meyakini hal tersebut, hanya karena ada dalil-dalil dalam al-Qur’an maupun al-Hadits yang menyebutkan ke-Esaan Tuhan. Bahkan tak sedikit dari umat muslim yang mempercayai dan meyakini ke-Esaan Tuhan hanya dari kata-kata orang tua atau guru-guru agama tanpa mengetahui nash-nash yang menunjukannya.  Memang bukanlah suatu kesalahan ketika kita percaya dan meyakini tentang ke-Esaan Tuhan yang dengan nash-nash yang menunjukan atau hanya berdasarkan perkataan orang tua dan guru-guru kita. Akan tetapi, alangkah baiknya kita yang belum mengetahui dalil-dalil yang menunjukan akan ke-Esaan Tuhan mencari tahu baik itu dalil naqli maupun dalil aqli agar keimanan di dalam diri kita semakin bertambah dan semakin kuat, sehingga kita dapat lebih meningkatkan kecintaan kita terhadap Allah Swt,Tuhan Yang Maha Esa.

Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi dan mengajak para pembaca meluangkan waktunya untuk berfikir sejenak berikut mengenai dalil aqli yang menunjukan ke-Esaan Tuhan.

Sebelum kita mengetahui ke-Esaan Tuhan kita buktikan dulu keberadaan Tuhan.

“bukti adanya tuhan yaitu karena adanya alam semesta ini. Yaitu bumi beserta seluruh isinya. Sesuatu itu tidak mungkin ada jikalau tidak ada yang menciptakan dan yang menciptakan bumi ini adalah Tuhan. Maka dari sini terbuktilah bahwa Tuhan itu wujud, ada!”.

Kemudian timbul berbagai kemungkinan-kemungkinan baru, yaitu mengenai jumlah Tuhan. Apakah tuhan itu satu? Dua? Atau bahkan tiga? Mari kita fikirkan bersama-sama!

“ketika Tuhan itu satu, tunggal. Tuhan memiliki kuasa penuh akan penciptaan bumi dan alam semesta ini. Tuhan yang maha Tunggal akan menjadikan segalanya berdasarkan keinginannya dan kekuasaannya sendiri sehingga terjadilah bumi beserta seluruh isinya sesuai dengan keinginan dan kekuasaannya tanpa ada yang membantah keinginanannya”.

Apakah ketika tuhan lebih dari satu bumi beserta seluruh isinya ini akan terjadi?

Ketika tuhan itu lebih dari satu, contohkan saja dua. Maka kemungkinan yang akan terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Tuhan satu dan Tuhan dua berbeda pikiran
  2. Tuhan satu dan Tuhan dua berpikiran sama

Dari kemungkinan-kemungkinan tersebut terdapat kemungkinan lagi pada setiap poinnya.

Ketika Tuhan satu dan Tuhan dua berbeda pikiran maka kemungkinan yang akan terjadi adalah sebagai berikut: 1) adanya bumi, 2) tidak adanya bumi, dan 3) ada dan tidak adanya bumi dalam waktu yang bersamaan.

  1. Adanya bumi,  ketika tuhan berbeda pemikiran maka yang akan terjadi Tuhan satu ingin menghendaki adanya bumi dan tuhan dua tidak menghendaki adanya bumi. Ketika bumi ini terjadi, otomatis salah satu dari kedua tuhan ini yaitu tuhan dua yang tidak menghendaki adanya bumi kalah, dalam artian tuhan dua tidak kuasa. Ketika Tuhan sudah tak memiliki kekuasaan apakah masih layak untuk disebut Tuhan? Jelas tidak. Maka kemungkinan ini tertolak dan mustahil!
  2. Tidak adanya bumi, alasannya dapat disamakan dengan nomor 1 bahwa ketika tuhan berbeda pemikiran maka yang akan terjadi Tuhan satu ingin menghendaki adanya bumi dan tuhan dua tidak menghendaki adanya bumi. Ketika bumi ini tidak terjadi, otomatis salah satu dari kedua tuhan ini yaitu tuhan satu yang menghendaki adanya bumi kalah, dalam artian tuhan satu tidak kuasa. Ketika Tuhan sudah tak memiliki kekuasaan apakah masih layak untuk disebut Tuhan? Jelas tidak. Maka kemungkinanpun ini tertolak dan mustahil!
  3. Ada dan tidak adanya bumi dalam waktu yang bersamaan, kemungkinan ini terjadi apabila kedua tuhan, yaitu tuhan satu yang menghendaki adanya bumi dan tuhan dua yang tidak menghendaki adanya bumi mempunyai kekuasaan yang sama. Tapi realitanya, Ada dan tidak adanya bumi dalam waktu yang bersamaan itu adalah suatu perkara yang mustahil. Maka kemungkinan inipun tertolak!.

Dari kemungkinan-kemungkinan berikut dapat kita buktikan bahwa ketika adanya 2 tuhan yang  berbeda pemikiran maka itu adalah sebuah perkara yang mustahil. Tetapi bagaimana jikalah ada dua tuhan yang mempunyai pemikiran sama terhadap penciptaan alam ini? Dalam perkara ini maka kemungkinan yang akan terjadi adalah: 1) adanya dua bumi, 2) tuhan membagi penciptaan bumi ini menjadi setengah-setengah.

  1. Adanya dua bumi kejadian ini terjadi karena tuhan satu dan tuhan dua yang memiliki pemikiran dan kekuasaan sama untuk menghendaki adanya bumi, tetapi realitanya bumi ini satu! Bukan dua. Maka kemungkinan ini tertolak dan mustahil.
  2. Tuhan membagi penciptaan bumi ini menjadi setengah-setengah, hal ini terjadi ketika tuhan satu dan tuhan dua memiliki pemikiran dan kekuasaan yang sama untuk menghendaki adanya bumi, akan tetapi dalam hal ini menunjukan bahwa tuhan tidak mampu, tidak memiliki kekuasaan untuk menciptakan satu bumi karena ia harus berbagi dalam penciptaannya. Ketika tuhan tak memiliki kekuasaan, masihkah pantas ia disebut Tuhan? Maka kemungkinan inipun tertolak dan mustahil.

Dari kemungkinan-kemungkinan diatas kita dapat membuktikan dengan akal kita bahwa adanya tuhan lebih dari satu, entah itu antara tuhan satu dengan tuhan lain berbeda atau memiliki persamaan dalam pemikiran itu adalah sesuatu yang mustahil.

Semoga dari tulisan ini dapat bermanfaat dan dapat menambahkan keimanan dan kecintaan kita terhadap Allah Swt Tuhan Yang maha esa. Amin ya robbal ‘alamiin. Jikalau ada yang salah dari tulisan ini, mohon berikan kritik dan sarannya karena penulis masih belajar dan juga hanyalah seorang manusia yang tak luput dari segala kesalahan.

 

#ZidniBelajarNgaji #KitabFathulMajid

 #Dirosah5Musyawirin_AbahImat(Kh.Aris_Ni’matullah)

  • view 124