Cukup Berjuang Saja

Elma Puspaningtyas
Karya Elma Puspaningtyas Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Agustus 2016
Cukup Berjuang Saja

Akhir-akhir ini aku terlalu bersemangat untuk mencari pekerjaan baru. Sebagai lulusan teknik lingkungan, aku merasa ingin lebih berkembang dari aku yang sekarang (yang notabene hanya asisten tenaga ahli lingkungan dan master plan).  Sudah seminggu ini mungkin lebih dari 10 lamaran sudah ku lempar ke industri maupun bumn yang sedang membuka lowongan. Berharap segera mendapat panggilan. Tiap pagi, as always buka email dulu --> berharap kali aja ada email panggilan. Tiap handphone berdering, aku terlalu panik untuk segera mengangkatnya-->kali aja panggilan wawancara. Aku terlalu berharap lebih. Itu juga karena aku sudah menduduki kursi asisten selama hampir 1 tahun. Selain bosan dengan rutinitas, keinginanku untuk segera out dari sini dipicu karena teman-temanku asisten juga sudah banyak yang resign dan berencana resign minggu depan. So??? Aku terpacu untuk segera resign juga, tapi aku nggak mau resign tanpa ada pekerjaan lain, itu sama saja dengan jadi pengangguran kan?. 

Hmmm... begitu aku selalu mengeluh dan berobsesi untuk segera resign. Sampai pada akhirnya, sore ini ada angin sepoi sepoi, angin kedamaian yang berhembus begitu syahdu. 

Aku kira angin ini sama denganku, berobsesi untuk dapat diterima di industri/  bumn yang notabene gaji lebih besar dibandingkan konsultan. Tapi aku salah, benar-benar salah. Angin ini hanya ingin berjuang, masalah nanti diterima atau tidak itu dia pasrahkan pada Tuhan. Katanya, "Aku hanya akan berhembus mengikuti tekanan udara, menikmati setiap detik perjuanganku. Masalah hasil, biar jadi KehendakNya."

Sedangkan aku yang terlalu menggebu-gebu menunggu hasil tanpa menikmati setiap tetes perjuanganku ini, ah begitu menyesal sekali. Iya memang berjuang itu asyik lebih asyik daripada menerima gaji bulanan yang seminggu kemudia sudah ludes. 

 

  • view 228