Hujan

Elly  Kartika Sari
Karya Elly  Kartika Sari Kategori Puisi
dipublikasikan 05 Juni 2017
Hujan

Butir-butir bening menetes satu demi satu

 

menyentuh wajah lelah

 

menyentuh jiwa yang pasrah

 

 


 


Air mata hari katanya, ..


"Bukan ia air Rahmat" kata tumbuhan


"Ya, ia air kasih sayang" tambah katak


"ialah kesuburan" sambung tanah


"lebih dari itu, ia menyejukan" siul ikan-ikan yang lincah berenang...


"kehidupan baru" ucap sang mawar yang mekar dari kuncupnya


 


"hujan...." katanya sambil berlindung


merapatkan jaket ungu yang mulai basah,


menyentuh butiran beningnya dengan tangan kepasrahan..


dan mulai menutup mata, entah apa yang dilakukannya..


mulutnya komat kamit tak karuan,


"mantrakah yang ia bacakan?"


atau sebuah makian sumpah serapah..


 


wajahnya teduh dan mulai tertunduk, entah apa yang dipikirkan..


hujan itu kulihat ia menatap jalan, sedang menunggu


entah menunggu ditemukan,


entah menunggu petunjuk jalan


atau juga menunggu uluran tangan untuk mengandengnya menelusuri jalan..


 


hujan...


akulah hujan...


menjadi saksi terhentinya jalan, namun melihat juga kehidupan baru yang mulai bermekaran, menyampaikan Rahmat Tuhan untuk kesuburan, simbolisasi kasih sayang akan pemenuhan kehidupan hewan-hewan akan air jernih kepasrahan...


akulah hujan...


gugurku bukan berarti ancaman,


jatuhku bukan berarti celaan,


akulah hujan..


yang menemani dia yang sedang sendirian ditepi jalan


menjaganya dalam keteduhan iman,


yang sedang membisikan pesan Tuhan,


bahwa jatuhnya bukan untuk celaan, tapi untuk dimuliakan bagi kehidupan baru, bagi penyambung rahmat, bagi penyampai kasih sayang pada sesama


akulah hujan yang menjadikan ia sebagai teman kesendirian...

 

Aku , hujan, dan kesendirian yang dingin.

Sumber foto : Mbah Google

 

  • view 33