Love Story

Elly  Kartika Sari
Karya Elly  Kartika Sari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Agustus 2016
Love Story

Romeo & Juliet Boleh bangga dengan kisah cinta mati mereka.

Nabi Sulaiman dan Ratu Balqist pantas dengan kisah cinta dengan kerajaannya. Dilimpahan karuniaNya yang luar biasa.

Fatimatuzzahra tentu bahagia dengan keberanian suaminya Ali Bin Abi Talib .  Rela menggantikan Ayahnya,  Rasulullah, di malam hijrah beliau. Berbaring  di tempat tidurnya.

Khadijah pantas mendapat kemuliaan. Sebagai "Perempuan Pertama" yang menyatakan Muhammad Sebagai Rasulullah. Beriman, percaya dan mengenyampingkan logikanya, demi ketauhidan. Ketika itu adalah suami yang ia cintai.

Ummu Sulaim memang patut mendapat balasan dariNya. Ketika mendapatkan mahar termahal yaitu keislaman dari Abu Thalhah yang begitu terpikat padanya.

Tak kalah hebat kisah Zulaikha dan Nabi Yusuf, berjuang melawan ketertarikan satu sama lain hingga penjara sebagai ujiannya. walau pada akhirnya dipersatukan kembali atas ijinNya.

Lebih hebat lagi sang pengukir sejarah kisah cinta di dunia ini, Adam dan Hawa. Kesendirian, kesepian, melahirkan kerinduan pada Adam. Sehingga dengan kasih cintaNya, Allah menciptakan Hawa untuknya. Dalam salah mereka akhirnya terpisah lama, 40 tahun berjuang dan saling mencari.  Hingga dengan kebesaranNya dipertemukan kembali dengan perasaan yang sama, masih saling mencintai. 

Begitulah kisah cinta, alangkah indah dan luar biasa.

Tak malu, jika air mata harus menetes.  Untuk sebuah cinta, tanpa terkecuali oleh siapapun, termasuk saya.

Begitu banyak kisah cinta.

Begitu banyak momen tentang cinta.

Begitu pula ku lihat ada cinta dimata Ayah.. dan ada kasih sayang di sikap Ibu..

Tak perlu jauh ku menerawang makna cinta.

Tak perlu susah ku putar otak memikirkan kisah-kisah cinta,

karena aku telah menjadi saksinya..

Mungkin tak seindah kisah - kisah di atas...

Tapi bagiku sangat istimewa... cinta Ayah & Ibu ku....

Cinta seorang lelaki, yang tak mampu membahagiakan perempuannya dengan limpahan harta benda dunia.

Cinta seorang perempuan,  rela hidup seadanya tanpa tuntutan limpahan perhiasan yang kadang terlintas sebagai dambaannya.

Cinta seorang lelaki, berusaha keras mencari nafkah halal untuk perempuannya, membiarkan perempuannya tetap di dalam rumah. Mengurus, mendidik, menyayangi, pejuang-pejuang kecil yang salah satunya adalah aku.

Cinta seorang perempuan, berusaha mendidik anak-anaknya di dalam rumah meski kurang tidur, kurang makan hanya untuk mempersembahkan pejuang kecil sebagai kebanggaan lelakinya.

Cinta seorang lelaki, yang membiarkan perempuannya menua bersamanya. Tidur dalam lelah dekap kerutan. Menua dalam lelahnya kehidupan. Rambut yang dibiarkan memutih tanpa kepalsuan, garis senyuman yang menawan.

Itu kekuatan yang tak mampu dilukiskan dengan apapun sebagai wujudnya..

Begitulah cinta yang ku tahu.. yang ada hanya

Perhatian..

Pengertian..

Kesetiaan..

Pengorbanan..

Kejujuran...

Pengabdian..

Ketakwaan..

dan Syukur...

Dengannya ku lihat keserhanaan yang terbungkus rapi dalam sebuah hubungan...

Ku harap telah mencapai pada sakinah mawaddah warahmah ...

inilah kisah cintaku.... dari sisa umur yang mereka punya.

Ku harap Ayah dan Ibu selalu saling mencintai.. Abadi selamanya..

sampaikan salam cinta kasih sayangku pada mereka Ya Allah...

sungguh aku merindukan mereka...



  • view 186