Persona

Elly  Kartika Sari
Karya Elly  Kartika Sari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Agustus 2016
Persona

Aku tahu, rizqiku takkan diambil orang, karenanya hatiku tenang..
Aku tahu, ‘amalku takkan dikerjakan orang, karenanya kusibuk berjuang..
-Hasan Al Bashri-
==========================================================
Siapa bilang Tuhan hanya memberikan yang kita butuhkan dan tidak memberikan apa yang kita inginkan. Tuhan juga memberikan yang kita inginkan, hanya saja konsekuen rasakan sendiri dampaknya. Sama seperti menginginkan tetap bertahan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. Tuhan tidak menghilangkan rasa itu kan, Tuhan tetap membiarkanmu mencintainya dengan cara-caramu itu. Tapi kau rasakan sendiri kan, sakitnya! itu Risiko
 
Sekali-kali kamu perlu egois. Itu manusiawi. Berapa banyak kamu habiskan waktu untuk mengerjakan sesuatu untuk orang lain. Meski terkesan ‘demi diri sendiri’ tetapi, tetap saja itu sebenarnya untuk orang lain. Contoh, melukis alis, cat kulit, dan koleksi barang nge-trend, demi diri sendiri atau demi ‘penialian’ orang lain. Jadi sekali-kali jadilah dirimu sendiri, benar-benar dirimu sendiri. Bukan karena siapa-siapa.
 
Dia! lagi-lagi dia. Kamu menghabiskan waktumu hanya untuk dia. Dia yang dulu pernah menyakiti dan meninggalkanmu. Lalu dengan tegar kamu melepasnya, tetapi yang kamu lakukan tidak lebih hanya untuk dia. Membuktikan bahwa kamu bisa tanpa dia, bisa bahagia tanpa dia, bisa melakukan apa saja mengejar mimpi-mimpimu benar-benar tanda dia. Tapi, sadarkah semua yang kamu lakukan demi dia. Ayolah, lakukan itu demi dirimu sendiri bukan lagi untuk dia. Jangan lagi dia, dia, dan dia.
 
Aku tahu, kamu tidak memiliki keberanian untuk menyapanya. Persis sama penakutnya kalau-kalau kamu kehilangan dia, seseorang yang kamu cintai (sebenarnya). Hanya saja, kau tidak berani mengatakan padanya kalau kamu mencintainya. Tapi aku mengerti, ketakutan itu sebenarnya karena luka waktu dulu kan,? Dia memang tidak mengerti bagaimana kamu mengumpulkan segala ketakutan itu agar berani menyapanya, tetapi jika tidak kamu lakukan sekarang, dia bisa pergi. Dia tidak mengerti isyaratmu.. lawan sikap dinginmu. Kejarlah cintamu sekarang...
 
Aku terkekeh ketika mereka mengatakan kamu sombong dan super cuek. Sampai-sampai satu demi satu dari mereka pergi meninggalkanmu. Dan aku tahu alasanmu “Aku sibuk,” selalu itu yang kamu katakan pada mereka. Kau berhasil angkuh memang, seolah tidak membutuhkan seseorang saja. Tapi aku tahu, kamu sedang menunggu seseorang yang menghilangkan kesibukanmu kan,? Eh bukan, seseorang yang tetap menemanimu meski kamu seolah sok sibuk. Kamu terlalu idealis, terlalu yakin ada seseorang seperti itu. Kamu lupa, seseorang itu juga memiliki mereka yang sama perhatiannya. Saat mereka berpaling, kamu sendiri lagi kan,?
 
Tapi aku senang, kamu masih memiliki teman-teman yang begitu peduli dan meluangkan waktu bersamamu. Keluargamu juga, mereka adalah orang-orang yang tidak akan pernah mengabaikan dirimu. Tetapi, kamu harus memiliki teman dan keluarga yang lain. Sebab orang-orang yang selama ini bersamamu juga akan melakukan hal yang sama. Dan percayalah, mereka akan pergi juga nanti, jadi sekarang kamu mau apa?
 
Note: Persona, dalam ilmu psikologi adalah topeng (ragam ekspresi) yang digunakan seseorang untuk menjalani hidupnya

  • view 119