Nusa Penida; Pulau Kecil di antara Ribuan Keindahan Bali

Elfitrieni
Karya Elfitrieni  Kategori Wisata
dipublikasikan 12 Oktober 2017
Nusa Penida; Pulau Kecil di antara Ribuan Keindahan Bali

Sebelum kesibukan akhir tahun dimulai, mari sejenak tengok birunya  laut di tenggara Pulau Bali.

Bali merupakan objek wisata yang tak perlu diragukan lagi keindahannya. Bukan hanya ditunjukkan dengan cantik alamnya, tapi juga keberagaman, toleransi, budaya, serta adat istiadatnya. Siapa sangka, Pulau Dewata ini memiliki keindahan lain yang tersembunyi di tiga pulaunya di sebelah tenggara. Dipisahkan oleh Selat Badung, pulau tersebut terkenal sebagai pulau perawan yang dihiasi pasir putih dan air laut sebening kristal. Ketiga pulau itu adalah Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan Nusa Penida. Baik turis mancanegara maupun lokal terpesona oleh cantik alamnya.

Destinasi liburan saya kali ini adalah Nusa Penida. Dibandingkan dengan dua pulau lain di sebelah tenggara ini, Nusa Penida adalah yang terluas. Walaupun minim infrastruktur dan fasilitas wisata, namun tidak membuat para turis enggan untuk mengeksplorasi Pulau cantik ini. Ssstt... by the way, liburan saya kali ini disponsori oleh kantor dalam rangka acara refreshing yang diadakan setiap tahun. Kami menyewa jasa travel sehingga tidak perlu riweh menyusun rencana dan cuma perlu sedia dompet untuk oleh-olehnya saja hahaha.

Hari Sabtu pagi saya berangkat dengan perahu dari Pantai Sanur yang dijadwalkan berlayar pukul 08.00 WITA. Karena tidak ada fasilitas dermaga di Pantai Sanur, maka penumpang terpaksa harus basah setinggi lutut untuk naik ke perahu. Selang satu jam menyebrangi Selat Badung, perahu tiba di dermaga Pulau Nusa Penida. Masyarakat di sana membuka jasa travel dengan mobil yang siap mengantar wisatawan mengelilingi pulau  seluas kurang lebih 200 km persegi  itu. Sesampainya disana, mobil-mobil sewaan kami telah menunggu di dermaga, sudah siap mengantar kami ke tiga spot andalan Pulau Nusa Penida. Karena kami hanya satu hari di sana, maka sangat penting untuk me-manage waktu agar bisa tepat pulang di waktu pelayaran kembali ke Sanur tanpa melewatkan satu spot wisata.

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Broken Beach dan Angel's Billabong. Kedua tempat tersebut tak jauh jaraknya, hanya perlu berjalan tak lebih dari 5 menit saja melewati bebatuan karang.  Konon katanya, pengunjung tidak boleh mengambil foto dulu ketika sampai di Angel's Billabong jika ingin menemukan kekasih hati.  Setelah mengunjungi Broken Beach, barulah boleh menikmati Angel's Billabong sambil berdoa agar patah hatinya bisa sembuh dengan seseorang yang baru.
Sesampainya di sana, kami disambut mendung dan rintik-rintik hujan. Sayaaang sekali air laut tenang yang biasanya memenuhi lubang di Angel's Billabong sedang surut, jadi hanya terlihat bebatuannya. Setelah sejenak menikmati Angel's Billabong (tanpa berfoto dulu hihihi), saya lanjut berjalan menuju Broken Beach. Kalau kamu pernah scroll Instagram di akun-akun eksplorasi wisata indonesia lalu menemukan pemandangan tebing tinggi yang lubang bak gua yang menghubungkan ke laut, itulah Broken Beach. Sebuah bagian tebing membentuk jembatan yang tak rata, menjadi terowongan air menuju laut lepas. Airnya sangat jernih dengan gradasi antara warna biru dan hijau yang semakin mempercantik pemandangan. Sepanjang mata memandang, rasanya  tak henti-hentinya dibuat takjub.

Tapi tak disangka, tiba-tiba hujan deras turun. Satu-satunya warung di sisi tebing dipenuhi oleh pengunjung yang sibuk menghindari basah hujan. Selang sekitar 20 menit, barulah hujan berangsur-angsur reda. Jejak sisa hujan menyisakan genangan dan licin di jalan setapak, membuat beberapa pengunjung terjatuh hingga penuh lumpur

Tempat kedua yang saya kunjungi adalah Pantai Kelingking. Rintik-rintik hujan masih turun saat kami tiba di sana. Saya menunggu hujan reda dulu karena jalanannya yang terlalu licin dan bahaya untuk dilalui. Tak lama kemudian, kabut perlahan memudar seiring hujan yang mereda. Dari kejauhan nampak terlihat bentangan tebing dengan bentuk seperti kepala dinosaurus menjorok ke laut. Perpaduan antara hijaunya tebing, birunya lautan, serta pantainya dengan pasir putih sungguh terlalu indah untuk dilewatkan. Lelah kami karena menunggu hujan dan perjalanan panjang sudah terbayarkan.

Perjalanan kami belum berakhir sampai disitu saja. Setelah puas mengisi perut di sebuah rumah makan, saya siap mengunjungi destinasi terakhir; Crystal Bay.  Persis seperti namanya, pantai dengan pasir putih ini dihiasi dengan air laut sejernih kristal, pantas saja tempat ini lebih dikenal sebagai tempat snorkling favorit. Para pengunjung dapat menikmati keindahan terumbu karang yang masih asri, serta ikan-ikan berenang hilir mudik di antaranya. Ssst... Ini adalah pengalaman snorkling saya yang pertama. Meskipun berkali-kali susah nafas dan airnya masuk mulut karena tidak terbiasa, tapi tetap masih bisa menikmati indahnya terumbu karang dan ikan-ikan lucunya (meskipun nggak lama juga hahaha). Such a great experience!
Karena jadwal yang molor tertahan hujan sebelumnya, jadi kami hanya punya waktu dua jam di pantai sebelum tertinggal perahu untuk kembali ke Pulau Bali. Selesai snorkling dan main di pinggir pantai digulung ombak, berakhirlah petualangan saya di Pulau Nusa Penida. Perahu siap membawa kami berlayar kembali pada pukul 17.00 WITA, pulang dengan setumpuk kenangan dan foto-foto kece juga hahaha.

Buat kamu yang sedang mencari objek liburan seru di Bali yang anti mainstream, bolehlah masukkan Nusa Penida di checklist-mu. Juara banget kerennya!

Selamat berlibur. Selamat menikmati debur ombak, rindangnya pepohonan, dan perjalanan-perjalanan lain yang tak dapat berhenti melukis senyum di wajahmu.

  • view 34