Berhenti Sejenak

Elfitrieni
Karya Elfitrieni  Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 17 November 2016
Berhenti Sejenak

Kali ini letakkanlah sejenak segala beban yang bertumpu di pundakmu. Regangkan otot-otot yang terlalu sering kau andalkan. Bebaskan pikiran yang terlalu lama kau belenggu dalam satu ruang. Aku tahu kau tak pernah mengeluh letih, tapi sesekali berhentilah sejenak dan bersandarlah.

Pejamkan matamu sebentar saja. Meski tak pernah kau akui, barangkali diam-diam kau rindu akan gelap. Walau terlihat padam, ia tak sungguh kelam. Walau hitam, ia tenang dan menentramkan. Menyerahlah, karna pada satu titik dimana kau hanya bisa menyerah pada lelah, gelap akan menyulamnya menjadi obat bernama lelap.

Jika memejamkannya saja sulit, berkatalah. Apapun yang membelenggu alam pikirmu, cobalah untuk meluapkannya lewat runtutan cerita. Barangkali yang kau butuhkan sebenarnya hanya telinga yang dapat memeluk segala ketakutanmu lebih lama. Siapa tahu dua kepala cukup untuk melawan monster besar yang mengganggu lelapmu itu.

Ketuklah pintu hati yang selama ini kau kunci rapat. Aku yakin, dia tak pernah lelap walaupun selalu kau belenggu erat. Tanyakan, mungkin saja dia punya jawaban dari segala gundah.

---

P.S. Jika di persimpangan nanti kau jumpa letih lagi, ingatkan dia kalau aku masih punya sepuluh jari, dua bahu, dan dua telinga yang tak pernah lelah. Cukup untuk menarikmu berdiri kembali, menyandarkan letih, atau sekedar penikmat lantunan cerita jemumu.

  • view 243