Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 23 Mei 2016   19:13 WIB
IMAJI

biasanya kami bertemu malam-malam

berdiang karena angin terlalu tajam

orang-orang menatapnya membelalak

aku tidak

 

banyak yang memikatnya sampai ke hati

langit dan bintang-bintang

matanya sayu mengabadikan jalan

mendung, awan, benih hujan, bunga, dan juga bayang

 

kadang-kadang dia berhenti, melihat padaku

bersama kami tersenyum pilu

 

aku tak pernah tahu dia siapa

kami tak pernah berbagi rahasia

 

kadang dia menghapus jejaknya

atau jejakku di langkahnya

dan membiarkanku jalan sendiri

menuju musim-musim bisu

merontokkan daun terbaik dari mimpiku

 

aku memanggilnya kegembiraan

dia menyebutku penggoda

penenun hiperbola

 

tapi kami bertemu malam-malam

bukan karena rahasia

 

 

- diksi-diksi yang disilangsatukan dari remahan kata toto sudarto bachtiar-

Karya : Aulia A Muhammad