PENGAKUAN PEMBESAR KAFIR QURAISH TERHADAP AL QUR’AN

Ahmad Kharis
Karya Ahmad Kharis Kategori Agama
dipublikasikan 21 Juli 2017
PENGAKUAN PEMBESAR KAFIR QURAISH TERHADAP AL QUR’AN

Islam adalah agama yang haq. Petunjuk tentang kebenarannya jelas terlihat. Kebesarannya diimani oleh orang-orang muslim, dan diakui oleh musuh-musuhnya. Salah satu musuh yang mengakui kebesarannya bernama al Walid ibn al mughirah al makhzumi salah seorang yang terpandang lagi kaya raya di kalangan suku quraish. Anaknya bernama Khalid ibn al walid juga seorang yang terpandang di kaumnya sebelum masuk islam juga setelahnya. Namun al Walid sendiri menjadi musuh utama bagi dakwah islam sampai akhir hayatnya.

Dikisahkan dari Ibn abbas –radhiyallahu ‘anhumaa- bahwasannya al Walid ibn al mughirah suatu ketika datang kepada Rasulullah saw, dan Rasulullah membacakan Al qur’an untuknya, maka seakan-akan bacaan itu melembutkan hatinya. Sampailah kabar itu kepada Abu Jahal, seketika itu juga ia mendatangi al Walid.

“Wahai paman! Sesungguhnya kaummu ingin mengumpulkan harta untukmu,” kata Abu Jahal.

“Untuk apa?” tanya al Walid.

“Engkau telah mendatangi Muhammad untuk menentang agama sebelumnya,” jawab Abu Jahal.

“Orang-orang quraish sudah tahu bahwa aku adalah orang yang paling kaya,” kata al Walid menanggapi.

“Katakanlah suatu perkataan kepada kaummu bahwa engkau mengingkari Al qur’an atau membencinya,” pinta Abu Jahal.

“Apa yang harus aku katakan? Demi Allah, tidak ada di antara kalian seorang yang lebih mengerti sya’ir dari pada aku, dan lebih mengerit rajaz juga qasidah dari pada diriku. Demi Allah! apa yang diucapkan Muhammad itu tidaklah serupa dengan itu semua, juga bukan sihir jin. Sungguh yang ia katakan itu (Al qur’an) manis, memiliki thalawah (ucapan yang baik dan dapat diterima). Bagian atasnya berbuah, dan bawahnya begitu subur. Dan sungguh perkataannya begitu tinggi, dan menghantam yang di bawahnya,” kata al Walid memuji perkataan apa yang dikatakan Muhammad saw (Al qur’an).

“Kaummu tidak akan pernah ridha padamu sampai engkau mengatakan hal yang buruk terhadap Al qur’an!” bujuk Abu Jahal.

“Kalau begitu tinggalkan aku sendirian dan biarkan aku berfikir!” pinta al Walid ibn al mughirah.

Setelah berfikir al Walid berkata, “Sesungguhnya itu adalah sihir yang dipelajari. Dan Muhammad mempelajarinya dari orang lain.”

Kemudian turunlah surah al mudatsir ayat 11 dan beberapa ayat selanjutnya yang menceritakan tentang al Walid ibn al Mughirah yang akan mendapatkan adzab yang pedih di neraka.

Sumber: http://islamstory.com

  • view 72