Ketika Orang Gila Ngajakin ke Surga

Ahmad Kharis
Karya Ahmad Kharis Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Juni 2017
Ketika Orang Gila Ngajakin ke Surga

Ini adalah kisah tentang pagi ini, sebelum pulang dari pondok aku dan dua sahabatku berkisah tentang keadaan orang gila yang kadang membahayakan masyarakat sekitar. Kayaknya ada orang gila panjang umur.

Ketika hendak pulang dari pondok di depan asrama santriwati terlihat seorang lelaki asing dengan koko pendek warna cokelat juga sarung warna hijau, -seingatku- berbicara pada salah satu santriwati.“Mungkin mau sowan ke pak kyai,” batinku.

Benarlah, ketika kami lewat depan rumah pak kyai, lelaki itu duduk di teras rumah pak kyai. Dia melihat kami, dan kemudian mengucap salam pada kami.

“Assalamu’alaikum,” katanya padaku.
“Wa’alaikumussalam,” jawabku.
“Saya mau nyalon presiden di pemilu,” katanya, dan aku mulai bingung dengan kata-katanya. Ku tatap sahabatku dia pun bingung dengan kata-kata orang itu.

Lelaki itu menuju ke arah kami, terlihat tangannya sedang mengupas jeruk. Aku keheranan, ini kan bulan puasa coy?? Masa udah mau berbuka aja, padahal matahari juga baru nongol. 

Dia berkata, “Saya ini anak Allah, Ana khoiru kholqillah, (saya ini sebaik-baik makhluk Allah) saya sudah tidak puasa lagi.” Mendengar ucapannya saya mulai curiga.

“Mau gak saya ajak ke surga?” ajaknya. Saya cuma melongo.  Ooh orang gila toh. Dan kemudian cepat-cepat kami meninggalkannya.

Jadi teringat beberapa tahun silam, ketika ada seorang berjenggot lebat dan berjubah bilang padaku, “Jika saya pakai jubah warna biru maka dunia ini sedang damai, jika saya pake jubah warna merah maka dunia ini sedang bergejolak…dst.” Wong stress batinku.

Mari Bersyukur, Allah swt masih memberi nikmat akal pada kita.

04/06/2017

Pagi cerah, Grabag, Magelang

Kharis El Grabagy

  • view 95